Amerika Mengurangi Pasukan di Afrika untuk Menangkal China dan Rusia

Militer Amerika Serikat (AS) melakukan pengurangan pasukan itu merupakan bagian dari fokus militer dalam menangkal China serta Rusia.

Amerika Mengurangi Pasukan di Afrika untuk Menangkal China dan Rusia
YOUTUBE
Tentara Amerika Serikat berpose di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Di pangkalan ini Amerika Serikat menempatkan 10.000 pasukannya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Militer Amerika Serikat ( AS) melakukan pengurangan pasukan itu merupakan bagian dari fokus militer dalam menangkal China serta Rusia.

Dilaporkan BBC Jumat (16/11/2018), mereka mengumumkan bakal menarik sebagian pasukan mereka yang bertugas di Afrika.

Pejabat pertahanan anonim AS berkata kepada CNN, pasukan yang bertugas dalam misi kontra-terorisme bakal ditarik bertahap selama tiga tahun mendatang.

Baca: Amerika Serikat Beru Sanksi Ekonomi ke 17 Terduga Pelaku Pembunuhan Khashoggi

Sekitar 700 dari total 7.200 personel Komando Afrika (Africom) bakal ditarik. Pejabat itu memprediksi, pasukan yang ditarik pulang bertugas di Kenya, Kamerun, dan Mali.

Penarikan pasukan itu bakal berdampak kepada perubahan fungsi militer AS dari yang awalnya memberi bantuan teknis menjadi sebatas bimbingan dan penyaluran data intelijen.

Juru bicara Pentagon Candice Tresch berkata dari Strategi Pertahanan Nasional yang dirilis awal 2018 ini memuat prioritas berkompetisi dengan China dan Rusia.

Baca: Amerika Terancam Kalah Jika Berkonflik dengan Rusia dan China

"Kami akan mengatur ulang sumber daya yang beroperasi di Afrika dalam beberapa tahun mendatang untuk mempertahankan keseimbangan di seluruh dunia," beber Tresch.

Kepada VOA, pejabat militer anonim berujar penarikan itu tak ada hubungannya dengan serangan di Niger pada Oktober 2017 yang menewaskan empat pasukan AS.

"Mempersiapkan pasukan untuk kontra-terorisme tak sama dengan persiapan menyambut tantangan dari Rusia serta China," jelas pejabat tersebut.

Rabu (14/11/2018), terdapat laporan dari Komite Strategi Pertahanan Nasional bahwa militer AS bisa menderita kekalahan jika berkonflik dengan China dan Rusia.

Baca: Alasan Amerika Serikat Gunakan Satuan Fahrenheit dalam Mengukur Suhu

Dalam laporan tersebut, kekuatan militer AS yang dominan dalam beberapa generasi terakhir mulai tergerus dan harus dicarikan solusinya.

"Keunggulan militer Amerika telah terkikis dalam tingkat yang sangat berbahaya. Tantangan yang harus ditangani jika tidak ingin keamanan nasional jadi taruhannya," demikian bunyi laporan itu.

Peringatan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump itu muncul setelah anggaran pertahanan terancam dipangkas pada tahun fiskal 2018 dan 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika"

Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved