Kesetaraan Gender, Mendorong Peran Perempuan dalam Pembangunan

Rata-rata lama sekolah penduduk laki-laki di Sulawesi Utara pada 2017 adalah 9,10 tahun sedangkan penduduk perempuan 9,19 tahun.

Kesetaraan Gender, Mendorong Peran Perempuan dalam Pembangunan
TWITTER
Kalau biasanya lampu penyeberangan menunjukkan ikon laki-laki, di Australia muncul ikon perempuan. 

Oleh:
Dina Fatmawati, SST
Statistisi Pertama BPS Kabupaten Minahasa

PEREMPUAN adalah sumber daya manusia yang jumlahnya besar dan memiliki potensi yang tinggi dalam kaitannya sebagai subyek dan obyek pembangunan. Sebagai bagian terbesar dari sumber daya manusia, perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan.

Peran penting tersebut tercermin dalam segala aspek kehidupan baik dalam keluarga, masyarakat bahkan negara. Dalam berbagai kajian telah banyak dipaparkan bahwa perempuan adalah agent of development sebagai aset bangsa yang potensial, dan perannya sebagai kontributor sangat dibutuhkan dalam pembangunan bangsa.

Meskipun saat ini upaya untuk meningkatkan peran dan kualitas perempuan dalam pembangunan telah banyak dikembangkan, akan tetapi kesenjangan gender masih terjadi di berbagai lini bagi perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Paradigma perempuan yang masih dianggap sebagai figuran sedikit banyak memengaruhi peran perempuan kala berkiprah di lingkungannya.

Pembangunan gender atau pembangunan yang berhubungan dengan gender (gender development atau gender related development), ditujukan untuk mengetahui ada tidaknya ketimpangan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan dalam pembangunan.

Untuk mengevaluasi hasil pembangunan dari perspektif gender digunakan beberapa indikator, diantaranya adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Angka IPG menggambarkan kesenjangan atau gap pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. Sementara, IDG mengukur kesetaraan dalam partisipasi politik dan pemberdayaan gender dalam bidang ekonomi.

BPS mencatat angka IPG di Sulawesi Utara pada 2017 sebesar 94,78 persen dengan kata lain kesetaraan antara laki-laki dan perempuan masih terdapat gap walaupun tidak terlalu mencolok. Sementara, IDG di Sulawesi Utara pada 2017 sebesar 82,37 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa tingkat pemberdayaan perempuan dalam dunia politik dan ekonomi masih jauh dari harapan. Padahal, pembangunan manusia yang dilakukan diarahkan dan ditujukan untuk seluruh penduduk tanpa membedakan jenis kelamin tertentu.

Meskipun, pada kenyataannya perempuan senantiasa tertinggal dalam pencapaian kualitas hidup. Ketertinggalan ini disebabkan oleh berbagai persoalan pelik yang seringkali saling berkaitan antara satu dengan lainnya.

Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup perempuan adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan gender.
Kesetaraan gender, atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, mengacu pada kesetaraan hak, tanggung jawab, kesempatan, perlakuan dan penilaian atas perempuan dan laki-laki dalam kehidupan maupun di tempat kerja.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved