ATIC Membidik Pertumbuhan 10%, Anker Beer Optimistis di 2019

Meski masih menanggung kerugian akibat selisih kurs rupiah, PT Anabatic Technologies Tbk optimistis pendapatan

ATIC Membidik Pertumbuhan 10%, Anker Beer Optimistis di 2019
tribunnews
Pertumbuhan Ekonomi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Meski masih menanggung kerugian akibat selisih kurs rupiah, PT Anabatic Technologies Tbk optimistis pendapatan hingga akhir tahun ini tumbuh 10% menjadi Rp 5,05 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal III 2018, emiten bersandi saham ATIC di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini meraih pendapatan Rp 3,73 triliun. Jumlah itu naik 18,41% ketimbang pendapatan di periode yang sama tahun lalu senilai Rp 3,15 triliun.

Dari sisi bottom line, kinerja perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa teknologi informasi ini cukup terpuruk.

Hingga akhir September 2018, ATIC menderita kerugian Rp 14,42 miliar. Pada di periode yang sama tahun lalu, emiten ini berhasil meraup laba sebesar Rp 11,79 miliar.

Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Hary Surjanto Hambali, mengatakan pendapatan perusahaan sudah cukup baik karena ada pertumbuhan. Namun terjadi kerugian akibat selisih kurs yang cukup berpengaruh ke kinerja keuangan.

"Hingga kuartal III 2018, kerugian atas selisih kurs sekitar Rp 16,1 miliar ditambah beban gaji karyawan juga meningkat cukup signifikan," ujar dia kepada KONTAN, Rabu (14/11).

Memang, peningkatan beban gaji karyawan ini sudah diekspektasikan oleh manajemen karena terkait dengan ekspansi bisnis yang sedang berlangsung. Meski demikian, manajemen ATIC masih yakin bisa menorehkan kinerja positif pada akhir tahun ini.

Pertimbangannya, terdapat realisasi dari beberapa proyek dengan nilai cukup signifikan di kuartal IV 2018. "Untuk itu, kami memproyeksikan pendapatan akan meningkat stabil sebesar 10% dari pencapaian tahun lalu," sebut Hary.

Adapun komposisi pendapatan diprediksikan masih akan berasal dari tiga segmen, yakni penjualan produk, sewa, maupun jasa. Hingga kuartal ketiga tahun ini, kontribusi penjualan produk mencapai Rp 2,76 triliun, naik 12,66% daripada realisasi di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,45 triliun.

Kemudian pendapatan dari jasa senilai Rp 957,97 miliar, naik 38,42% daripada setahun lalu sebesar Rp 692,09 miliar. Sedangkan pendapatan sewa senilai Rp 15,62 miliar, atau menanjak 126,38% dibandingkan setahun lalu yang senilai Rp 6,90 miliar.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved