72 Tahun Silam, Indonesia Hanya Meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura

Sementara, Indonesia menolak. Kedaulatan yang sudah diproklamasikan harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

72 Tahun Silam, Indonesia Hanya Meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura
Dok. Kompas
Perjanjian Linggarjati 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kedatangan Tentara Sekutu (AFNEI) yang diboncengi tentara Belanda atau Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) menimbulkan ketegangan serius di Indonesia.

Belum genap setahun setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia kedatangan "tamu tak diundang".

Setelah pihak Sekutu menang Perang Dunia II, Inggris merasa punya kewenangan untuk mengembalikan Indonesia ke tangan Belanda lagi.

Sementara, Indonesia menolak. Kedaulatan yang sudah diproklamasikan harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

Baca: Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Sule, Unggahan Foto Andre Taulany Jadi Sorotan

Daerah-daerah mulai bergejolak. Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan sejumlah laskar melakukan perlawanan. Terjadilan pertempuran hebat di Surabaya pada November 1945.

Rakyat menolak diplomasi, mereka menginginkan merdeka seutuhnya.

Sikap ini berbeda dengan para pendiri bangsa yang menginginkan jalur diplomasi untuk mendinginkan suasana di beberapa daerah.

Setalah beberapa bulan mencari solusi, akhirnya Indonesia bertemu dengan perwakilan Belanda di meja perundingan.

Hari ini 72 tahun yang lalu, tepatnya pada 15 November 1946, ketegangan antara Indonesia dengan Belanda mulai mereda.

Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya Perjanjian Linggarjati antara kedua belah pihak. Namun, secara de fakto keberadaan Indonesia hanya diakui Jawa, Sumatera, dan Kalimantan saja.

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved