Berikut Alasan Sandiaga Uno Selalu Mengincar Tempe Setiap Kunjungan Pasar

Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno selalu mengincar tempe ketika mengunjungi pasar disetiap provinsi di Indonesia.

Berikut Alasan Sandiaga Uno Selalu Mengincar Tempe Setiap Kunjungan Pasar
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Sandiaga Uno 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Palembang, Sumatera Selatan, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar tradisional 16 Ilir.

Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno selalu mengincar tempe ketika mengunjungi pasar disetiap provinsi di Indonesia.

Bahkan, berbagai ukuran tempe pun sering dia temukan hingga akhirnya selalu menjadi perbincangan hangat. Dari ukuran tempe yang disebut setipis kartu ATM sampai tempe sebesar tablet.

Sandiaga Uno di Asrama Mahasiswa Riau, Jakarta Selatan, Sabtu (13/10/2018).
Sandiaga Uno di Asrama Mahasiswa Riau, Jakarta Selatan, Sabtu (13/10/2018). (KOMPAS.com/Reza Jurnaliston)

Di sana Sandiaga menemui beberapa pedagang serta berbincang mengenai harga kebutuhan pokok saat ini.

Dalam kunjungan itu, lagi-lagi Sandiaga mengaku menemukan tempe seukuran teropong berbentuk lonjong yang dibungkus daun pisang.

Baca: Jubir Prabowo-Sandiaga: Biar Masyarakat yang Menilai Sikap Demokrat

Berbagai temuan tempe dengan macam-macam bentuk itu, menurut Sandiaga merupakan kreativitas dari warga.

Sandiaga membeberkan alasannya yang selalu mencari ukuran tempe di seluruh nusantara.

Ukuran tempe dengan berbagai macam bentuk adalah upaya untuk menyiasati naiknya harga kedelai yang kini dikeluhkan oleh pedagang.

Tempe
Tempe (hellosehat.com)

"Ukuran tempe ini menunjukkan kreativitas dari UMKM kita menyiasati naiknya harga kedelai dengan terdongkraknya dollar. Dan kita lihat hari ini di pasar 16 Ilir ada tempe yang seperti teropong, ukurannya kayak teropong bulet. Ini mudah-mudahan menjadi teropong ekonomi kita,” kata Sandiaga usai berkunjung ke pasar 16 Ilir Palembang, Rabu (13/11/2018).

Baca: Rekaman Ini Mungkin Seret Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Tempe sendiri menurut Sandiaga adalah makanan asli Indonesia yang selalu ada di setiap provinsi.

Melonjaknya harga kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe, dikeluhkan masyarakat sehingga ukurannya pun selalu menjadi berbeda.

“Kalau tempe itu makanan yang tiap hari ada di meja orang indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke menjadi makanan rakyat, ini makanan rakyat. Jadi hari ini saya terimakasih sekali, selalu setiap kunjungan ke pasar antusiasme masyarakat optimis, tetapi ada keluhan pasarnya lesu, pembelinya sepi harga-harga sedikit bergejolak cenderung memberatkan dan ini yang akan harus kita benahi ke depan,” ujarnya.

Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved