Amstrong: Petani Kelapa Jangan Larut Dalam Kesedihan

Kata dia, petani kelapa jangan berlarut-larut dalam kesedihan dengan harga kopra yang tak kunjung naik.

Amstrong: Petani Kelapa Jangan Larut Dalam Kesedihan
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Angkut muat kelapa menggunakan sarana angkut tradisional 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TTRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Menyaksikan derita petani kelapa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang tak kunjung berakhir, karena harga kopra (daging kelapa panggang) menyusut maka Kepala Dinas Perdagangan dan Kooperasi (Perindagkop) Amstrong Apollo akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan Dinas Pertanian.

Kata dia, petani kelapa jangan berlarut-larut dalam kesedihan dengan harga kopra yang tak kunjung naik.

Melainkan mengembangkan prodak ikutan yang punya nilai jual.

Baca: Tahun Depan Dandes Bolsel Bakal Naik 10 Miliar

"Memang harga dipengaruhi fluktuasi di pasar, kadang permintaannya banyak harganya juga tinggi namun jika permintaannya sedikit harganya juga akan turun. Semua tergantung permintaan pabrik," jelasnya, Selasa (13/11/2018).

Kata dia, melihat kondisi saat ini maka sangat diperlukan untuk membuat prodak ikutan seperti, Virgin Coconut Oil (VCO), briket, dan sebagainya.

Baca: Cap Tikus Bisa Sembuhkan Sakit Gigi

"Memang sudah seharusnya kita berinovasi agar tidak terjebak dengan harga yang dipengaruhi fluktuasi," jelasnya.

Mengenai peluang pasar kata dia, pihaknya terus berupaya agar Bolsel mendapatkan peluang pasar besar untuk memasarkan produk-produknya seperti produk ikutan.

"Termasuk pasaran untuk tempurung kelapa, serabut kelapa, dan sebagainya kita terus perjuangkan," jelasnya. (lix)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved