Ratna Sarumpaet Tertipu: Setor Rp 50 Juta demi Rp 23 Triliun

Tersangka kasus hoax penganiayaan, Ratna Sarumpaet menjadi salah seorang korban penipuan terkait duit

Ratna Sarumpaet Tertipu: Setor Rp 50 Juta demi Rp 23 Triliun
Atiqah Hasiholan dan Ratna Sarumpaet 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Tersangka kasus hoax penganiayaan, Ratna Sarumpaet menjadi salah seorang korban penipuan terkait duit raja-raja Indonesia yang tersimpan di bank di Singapura dan World Bank (WB) senilai Rp 23 triliun.

Demi mendapatkan uang sebesar Rp 23 triliun tersebut bahkan Ratna sempat mentransfer uang sejumlah Rp 50 Juta kepada pelaku penipuan tersebut.

Polisi juga berhasil menangkap empat orang pelaku penipuan terhadap Ratna Sarumpaet tersebut. Mereka adalah HR (39), DS (55), AS (58)dan RM (52), sementara satu orang lagi hingga kini masih buron, yakni TT.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa lembaran foto bukti pemindahbukuan antar-rekening, satu buah tanda kewenangan Interpol Special Notice, satu buah tanda kewenangan Badan Intelijen Negara, satu buah tanda kewenangan Istana Kepresidenan, KTP palsu, laptop, satu bundel keputusan presidium Wantimpres 2011, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun.

"Jadi dengan apa dia melakukan penipuan, ya itu tadi dia ada yang ngaku sebagai BIN, ada tersangka AS mengaku sebagai pegawai PPATK.

Jadi dia sudah fasih bagaimana kerjaan PPATK dia sudah tahu. Jadi nanti dia akan menyampaikan kepada korban dengan fasihnya, dia meyakinkan korban itu," Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Para pelaku mengaku dari lembaga negara yang berbeda-beda mulai dari BIN, PPATK hingga staf Istana Kepresidenan. Bahkan, ada juga pelaku berinisial TT yang berperan untuk membuat surat dari Bank Indonesia (BI).

"Ini atas nama R. Dia ngaku sebagai pegawai Istana Kepresidenan RI. Ini semua palsu semua. Kenapa dia menggunakan anggota BIN, anggota Istana Presiden, dia ingin mengelabui korbannya di situ ya," jelas Argo.

Kasus ini terbongkar setelah Ratna Sarumpaet menyebut kedua pelaku berinisial DS dan RM saat pemeriksaan kasus hoax penganiayaan. Ratna mengaku pernah bertemu dengan DS dan menceritakan penganiayaan yang dialaminya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved