Makatana, Ritual Pengobatan Tradisional Minahasa

Sam Wantania, Tonaas Desa Laikit Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, menuangkan sedikit cap tikus, saguer dan kopi pahit di sekitar sesajian.

Makatana, Ritual Pengobatan Tradisional Minahasa
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Sam Wantania. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Siri pinang, tabaku sek, korek, kapur sirih, dan uang logam kecil ditatakan ke sebuah piring.

Tidak jauh di sebelah kanan dalam gelas-gelas kecil ditaruh cap tikus, saguer dan kopi pahit.

Sam Wantania, Tonaas (gelar untuk orang pintar/pandai) Desa Laikit Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, menuangkan sedikit cap tikus, saguer dan kopi pahit di sekitar sesajian di atas meja.

Sam kemudian meminta para dotu (leluhur) untuk menyembuhkan orang yang sakit.

Pengaturan barang-barang ritual itu merupakan bagian sesajian untuk menghadirkan para dotu.

Para dotu itu bahkan sudah ada sebelum ritual.

Sam hanya menyampaikan keinginannya saat itu bagi yang sakit.

Mirip doa kristiani, Sam berbicara dengan para dotu dengan bahasa Tonsea.

Para dotu katanya datang berasal dari segala macam wilayah di "Minahasa".

"Kalau untuk pembersihan desa harus sebelum jam sembilan pagi. Siang hari para dotu istirahat," katanya.

Halaman
1234
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved