Kartu Nikah Diubah Jadi seperti KTP

Kementerian Agama meluncurkan kartu nikah sebagai pengganti buku nikah. Menteri Agama Lukman Hakim

Kartu Nikah Diubah Jadi seperti KTP
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Pemerintah sedang mengkaji penetapan batas minimal biaya umrah untuk mencegah biro travel perang harga yang berpotensi merugikan jamaah umroh. Jakarta, Jumat (18/8/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Agama meluncurkan kartu nikah sebagai pengganti buku nikah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kartu nikah dibuat agar dokumen administrasi pernikahan bisa lebih simpel disimpan, dibandingkan buku nikah tebal. Bentuknya tipis, seperti kartu tanda penduduk (KTP), sehingga mudah dikantongi.

"Kami ingin lebih simpel seperti KTP atau ATM yang lain, jadi itu bisa dimasukkan ke dalam saku bisa disimpan di dalam dompet," kata Lukman di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (11/11).

Lukman mengatakan, kartu nikah dapat memudahkan masyarakat jika ingin mendaftarkan sesuatu yang diperlukan dalam catatan pernikahan. Model kartu nikah bisa dibawa ke mana-mana, dibanding buku nikah.

"Bisa memudahkan, ketika kita harus meregistrasi atau memerlukan catatan apakah kita sudah nikah atau belum dan seterusnya dan seterusnya, karena bisa dibawa ke mana-mana," ujar Lukman.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Binmas) Islam Kemennag Muhammadiyah Amin menyatakan hal serupa. "Alasannya, kita ke mana-mana bawa buku nikah nggak? Nggak kan karena berat. Kartu nikah (jadi) praktis," ujar  Muhammadiyah Amin.

Alasan lain karena semakin banyak hotel syariah yang mensyaratkan adanya bukti nikah untuk pasangan yang hendak menginap.  "Alasan kedua, berkembangnya hotel-hotel syariah, mereka minta buku nikah. Kalau ada orang ke hotel sama keluarga, akan ditanya mana buku nikahnya. Itu kan jarang orang buku nikah," tutur Amin.

"Ketiga, memudahkan kita, karena dia integrasi sama nomor kependudukan bisa jadi pengganti identitas juga. Kalau seseorang tidak bawa KTP, bisa digunakan juga kartu nikah," imbuhnya.

Mengenai kemungkinan kartunya hilang atau terselip, Amin membeberkan mudahnya mengurus kartu baru sebagai pengganti.  "Kalau hilang, diganti. Mudah itu, datang lagi ke KUA yang menerbitkannya. Pokoknya gratis semua, tanpa bayar, karena berkaitan dengan akta kependudukan," jelas Amin.

Amin menambahkan, penerbitan kartu nikah akan dimulai di kota-kota besar seperti Jakarta. Nantinya, kartu nikah benar-benar menggantikan peran buku nikah yang akan 'pensiun' pada 2020.  "Kita rencanakan 2020 buku nikah sudah tidak dipakai," tutur Amin.     

Muhammadiyah Amin menyatakan, terbitan pertama kartu nikah akan dimulai pada akhir November 2018. Sementara, mereka akan yang menikah akan mendapat buku serta kartu nikah.

Buku nikah
Buku nikah (IST)
Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved