Ini Program Bantuan Gereja Katolik Pasca Periode Emergency Bencana Sulteng

Gereja Katolik akan membuat kegiatan Pasca Periode Emergency Bencana Sulteng untuk jangka pendek, menengah dan panjang

Ini Program Bantuan Gereja Katolik Pasca Periode Emergency Bencana Sulteng
istimewa
Suasana persaudaraan lintas agama di halaman gereja katolik sta maria palu setiap hari selama distribusi bantuan pada masa tanggap darurat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, PALU - Gereja Katolik akan membuat kegiatan Pasca Periode Emergency Bencana Sulteng untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka panjang dimulai dengan rencana perbaikan gedung Gereja dan gedung sekolah oleh SCJ.

"Lalu ada bantuan pendidikan atau pendampingan anak-anak oleh PBHK, JPIC ALMA. Juga pengembangan kapasitas warga terdampak oleh JRS dan pemulihan atau pemberdayaan ekonomi warga terdampak oleh Karina/CI dan KBKK," kata Pastor Joy Derry tim pasca-emergency respons Keuskupan Manado, Minggu (11/10/2018), berdasarkan laporannya sendiri sebagai Direktur Karitas PSE Keuskupan Manado untuk pos pelayanan Karitas PSE Keuskupan Manado 1-26 Oktober 2018.

Untuk jangka menengah akan ada pembangunan hunian sementara berdasarkan hasil kajian ahli dan konsultasi desa atau kelompok basis.

Baca: Inilah Hasil Rakor Komisi Kerawam dan Komkat Keuskupan Manado

Baca: Wapres Jusuf Kalla Minta Pemprov Sulteng Rampungkan Peta Zonasi Bencana dalam Sebulan

Itu memakai dompet kemanusiaan media group dan bantuan Karina atau Caritas Internasional. Ada juga perbaikan fasilitas air dan sanitasi.

"Untuk jangka pendek dan sementara dilakulan ialah adanya tim pemulihan Palu, Sigi dan Donggala. Juga mengembangkan kapasitas tim lokal dan memperbaiki sistem dan prosedur tanggap bencana bersama JRS," katanya.

Mereka juga melakukan layanan psiko-sosial atau trauma healing berdasarkan kajian dan permintaan dikoordinir sr Rosina PBHK bersama tarekat JMJ, JRS, Perdaki, JMJ, Gembala Baik dan Info (JPIC Fransiskan).

Mereka juga melakukan layanan kesehatan dasar keliling yang dikoordinasi Sr Mari Jose JMJ. Layanan dasar berdasarkan permintaan dan kajian bersama tarekat-tarekat dan organisasi.

"Melakukan kajian mendalam atau sektoral bekerjasama dengan tim ahli atau pakar. Juga mendistribusikan logistik yang terkumpul dan mengikuti pertemuan koordinasi di Posko BPBD Provinsi dan Kabupaten atau kota," katanya.

Penulis: David_Manewus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved