Imbas Larangan Arab Saudi, 1,5 Juta Muslim Palestina Terancam Tak Bisa Haji dan Umrah

Larangan Arab Saudi kepada warga Palestina yang berada di Israel untuk masuk ke wilayahnya berimbas buruk

Imbas Larangan Arab Saudi, 1,5 Juta Muslim Palestina Terancam Tak Bisa Haji dan Umrah
reuters

TRIBUNMANADO.CO.ID - Larangan Arab Saudi kepada warga Palestina yang berada di Israel untuk masuk ke wilayahnya berimbas buruk. Padahal selama ini warga Palestina yang tinggal di Israel bisa masuk ke Arab Saudi meski menggunakan paspor sementara Yordania.

Baca: Pegawai China Dipaksa Minum Urin Karena Berkinerja Buruk

Keputusan ini mengancam 1,5 juta warga Palestina yang ada di wilayah Israel untuk masuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, terutama mereka yang berada di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Tapi mereka diizinkan masuk Saudi jika menggunakan paspor Palestina atau dokumen perjalanan. Paspor ini dikeluarkan oleh otoritas Palestina bagi warga yang tinggal di wilayah Palestina.

September lalu, Saudi juga melarang pengungsi Palestina yang memegang paspor sementara dari Libanon untuk mendapat visa haji. Sebelum itu, pada Agustus, Saudi juga menolak visa haji dari pengungsi Palestina dari Gaza yang tinggal di Yordania.

Hal ini dilakukan Arab Saudi setelah negara itu dilaporkan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. April lalu Putera Mahkota Mohammed bin Salman menyebut bahwa Israel memiliki hak untuk eksis. "Saya percaya Palestina dan Israel punya hak untuk memiliki tanah mereka sendiri," tuturnya, seperti dikutip Middle East Monitor.

Muslim Palestina di Israel
(reuters)

Beberapa agen perjalanan di Israel, Yerusalem Timur, dan Yordania menyebut bahwa kedutaan Saudi di Aman menyebut bahwa mereka tidak bisa mengajukan visa lagu untuk mereka yang akan melakukan perjalanan ke Mekah dengan paspor sementara Yordania.

Berdasarkan sumber Middle East Eye, keputusan Saudi ini adalah bagian dari perjanjian bilateral dengan Israel untuk mengakhiri "identitas Palestina dan hak untuk kembali bagi para pengungsi".

"Arab Saudi telah menekan Yordania untuk melakukan naturalisasi pengungsi Palestina di Yordania, Palestina di Yerusalem Timur, dan sekarang warga Palestina di Israel. Hal yang sama bisa terjadi di Libanon. Sehingga Anda tak lagi punya masalah pengungsi Palestina," jelas sumber itu.

Selain itu, anggota parlemen Yordania, Saud Abu Mahfouz, menyebut bahwa mereka telah menanyakan kepada Kementerian Dalam Negeri Yordania dan Kementerian Awqaf untuk mengirimkan komite ke Riyadh untuk menegosiasikan hal ini.

"Keputusan ini telah memengaruhi tiap Arab dan Muslim yang memiliki hak untuk beribadah. Kami telah mendengarkan keluhan mengenai hal ini sejak tahun lalu dan kami terkejut mendapat temuan kalau 200 perusahaan wisata di Yordania tidak bisa meminta visa elektronik untuk visa umrah dari Kedutaan Saudi bagi warga Palestina," jelasnya.

Baca: Kasus Pembunuhan Khashoggi Belum Tuntas, WWE Tetap Diselenggarakan di Arab Saudi

Halaman
12
Editor: Alex Bryan Tarore
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved