Papa Selalu Pesan Tidur Jangan Larut Malam, Ini Komunikasi Almarhum Rudolf dengan Anaknya

Kalau ketemuan papa selalu pesan jangan lupa istirahat atau jangan tidur larut malam, tapi dalam pertemuan itu papa diam saja

Papa Selalu Pesan Tidur Jangan Larut Malam, Ini Komunikasi Almarhum Rudolf dengan Anaknya
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Githa dan Pucha (pegang foto almarhum) berada didalam mobil jenazah ayah mereka Almarhum Petrus Rudolf Sayerz (58), usai diturunkan di Human Remains Lounge Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dan hendak dibawah ke rumah duka di Desa Matungkas Minut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Githa Sayerz anak kedua dari almarhum Petrus Rudolf Sayerz (58) satu diantara korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-160, pecah air matanya kala menceritakan perjumpaan terakhir dengan sang ayah di Jakarta.

Diwawancarai wartawan disela-sela menanti keluarnya petih jenazah sang ayah, Githa mengatakan sebelum peristiwa naas itu sempat bertemu dengan sang ayah di kantor almarhum Petrus Sabtu (27/10/2018) malam dan Minggu (28/10/2018).

Baca: Rudolf Akhirnya Kembali pada Keluarga Sahnya, Yuke: Ia Ajak Balikan di Saat Terakhirnya

Beberapa hari sebelum jatuhnya pesawat yang bertolak membawa 181 penumpang dan delapan awak, jatuh di Tanjung Karawang Jawa Barat tepat 13 menit setelah mengudara.

Baca: Githa Sayerz, Putri Rudolf Petrus Berurai Air Mata saat Baca Riwayat Hidup Sang Ayah

"Biasanya papa agat cerewat kalau ketemu. Kalau ketemuan papa selalu pesan jangan lupa istirahat atau jangan tidur larut malam, tapi dalam pertemuan itu papa diam saja," kenang Githa sembari menunggu di Human Remains Lounge Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sabtu (10/11/2018).

Baca: Pelayat Hibur Istri Rudolf Petrus di Rumah Duka Desa Matungkas, Lion Air Manado Minta Maaf

Saat bercerita kenangan terakhir dengan papanya, Githa yang tercatat disebuah perusaha swasta di Serpong tak kuasa menahan air mata yang bercucuran keluar dari dua bola matanya.

Dalam pertemuan dengan papanya, Githa yang pada waktu itu hendak pergi ke tempat laundry pakaian butuh kendaraan dan diberikan kunci motor oleh papanya untuk pergi membawa pakaian ke laundry.

"Papa kasi kunci begitu saja tanpa ngomong apa-apa," tutur Githa sambil membasuh air mata yang berlinang di pipihnya.

Baca: Jasad Belum Dikebumikan, Istri Pertama dan Kelima Rebutan Jenazah Rudolf Petrus Korban Lion Air

Keesokan harinya Minggu (28/11/2018) pertemuan berlanjut antara Githa dan Rudolf papahnya usai selesai beribadah di Gereja, seharian penuh keduanya melalui hari itu. Pada malam harinya Githa melihat papanya masih berada di ruang kerja.

"Empat hari sebelumnya papa sudah bilang mau dinas ke Batam selama seminggu bukan ke Pangkal Pinang," tambahnya.

Suasana di rumah duka Rudolf Petrus Sayerz, korban tragedi Lion Air yang jatuh di rumah duka di Perumahan Greenville Villa Desa Matungkas, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (10/11/2018).
Suasana di rumah duka Rudolf Petrus Sayerz, korban tragedi Lion Air yang jatuh di rumah duka di Perumahan Greenville Villa Desa Matungkas, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (10/11/2018). (TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS)

Keduanya masih mengobrol hingga malam dan keinginan seorang anak untuk ngobrol-ngobrol sebelum papanya pergi tugas sangat besar namun Githa harus pulang ke tempat kos, dan sang papah hendak beristirahat sebelum berangkat keesokan harinya.

"Untuk yang terakhir kalinya sebelum papa pergi hati saya tergerak untuk mau ngobrol lagi dengan papa, tapi saya memutuskan nanti saja saat papa pulang dari Batam. Saya menyesal tidak menuruti kata hati waktu itu," ceritanya.

Jenazah Rudolf Petrus Sayerz, salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, dimakamkan oleh keluarga sahnya.
Jenazah Rudolf Petrus Sayerz, salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, dimakamkan oleh keluarga sahnya. (Tribunmanado)

Githa mengenangan meski dia dan papanya lama terpisah namun dalam kurun waktu 10 bulan terakhir ini, sudah intens bertemu dengan sang ayah pasca pindah kos. Githa dan papanya Rudolf sempat jarang ketemua sejak tahun 2014.

Di 10 bulan terakhir ini setiap pulang dari tempat kerja Githa selalu mampir di kantor papa untuk ngobrol, karena pasti ketika momen itu terjadi papa Githa selalu menanyakan kalau sudah makan atau belum. "Cara Tuhan kenal lagi papa dalam 10 bulan terakhir, papa banyak berubah," kenangnya. (crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved