BTN Menerbitkan NCD Senilai Rp 2 Triliun

Bank Tabungan Negara (BTN) menerbitkan negotiable certificate of deposit (NCD) Tahap III 2018 senilai Rp 2,02 triliun.

BTN Menerbitkan NCD Senilai Rp 2 Triliun
tribunnews
Expo BTN Batam 

"Berdasarkan komposisi volume kredit yang disalurkan, persentase terbesar yaitu dari sektor kelistrikan sebesar 32%, tambang sebesar 31%, dan jalan tol sebesar 19%," kata Royke, Rabu (7/11).

Untuk jumlah kesepakatan terbanyak masih pada sektor jalan tol. Jumlahnya sebanyak tujuh kesepakatan dan diikuti sektor tambang sebanyak empat kesepakatan.

Program percepatan pembangunan Pemerintah Indonesia, terutama di bidang Infrastruktur menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis kredit sindikasi di Indonesia. Selain itu, Bank Mandiri turut serta bersinergi bersama bank dan lembaga keuangan lain bekerja sama membiayai proyek-proyek terutama yang membutuhkan pembiayaan yang besar.

Pada separuh kedua tahun 2018, Bank Mandiri berencana tetap memberikan pembiayaan melalui sindikasi ke beberapa proyek infrastruktur negara. Seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan ketenagalistrikan. Hingga separuh pertama tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 165 triliun ke sektor infrastruktur. Nilai tersebut naik sebesar 24% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya Pemimpin Unit Sindikasi Bank BNI Betty N Alwi pernah mengatakan, total pembiayaan BNI untuk kredit sindikasi dari awal tahun sampai Oktober 2018 sebesar Rp 17,5 triliun.

Kredit sindikasi kuartal III-2018 saja sebesar Rp 6,9 triliun. Proyek-proyek pemerintah seperti infrastruktur, tol, pembangkit tenaga listrik dan perkebunan menjadi sejumlah sektor penyumbang kredit sindikasi BNI.

Bunga Deposito Bank Daerah Bermekaran

Bank pembangunan daerah (BPD) berancang-ancang mengamankan likuiditas ketika dana pemerintah daerah (Pemda) yang biasanya akan ditarik di akhir tahun ini. Penarikan dana ini akan digunakan untuk transaksi operasional Pemda. Selain itu penarikan dana ini juga untuk pembayaran proyek dan kebutuhan lainnya. .

Antisipasi terutama dilakukan oleh BPD yang mempunyai rasio dana pemda terhadap dana pihak ketiga (DPK) cukup besar. Salah satu BPD yang memiliki dana pemda cukup besar adalah Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng).

Ahmad Selanorwanda, Direktur Umum dan Keuangan Bank Kalteng mengatakan, saat ini 60% dari dana pihak ketiga (DPK) berasal dari dana pemda. Sampai kuartal III-2018, dari total DPK Bank Kalteng sebesar Rp 5,9 triliun, sekitar Rp 3,5 triliun di antaranya berasal dari dana Pemda.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved