Sri Hartati, Lifter Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Angkat Berat di Swedia

Lifter putri Indonesia, Sri Hartati, sukses memecahkan rekor dunia saat menyabet medali emas di World Open Powerlifting Championship di Halmstad, Swed

Sri Hartati, Lifter Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Angkat Berat di Swedia
APRELIA WULANSARI/BOLA/JUARA.net
Sri Hartati, atlet angkat berat Indonesia yang meraih emas di Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2015, ketika bertandang ke Kantor PB PABBSI di Pintu Kuning, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2015). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Lifter putri Indonesia, Sri Hartati, sukses memecahkan rekor dunia saat menyabet medali emas di World Open Powerlifting Championship di Halmstad, Swedia.

Turun di kelas 57 kg, Sri Hartati berhasil memecahkan dua rekor dunia masing-masing untuk total angkatan dan di jenis angkatan squat.

Di total angkatan, Sri mencatat rekor dunia baru dengan total angkatan 565 kg sekaligus merebut medali emas. Lifter putri berusia 34 tahun itu juga mencatatkan beban 225 kg dan sekaligus meraih emas di jenis angkatan squat.

Baca: Tragis! Segera Lulus, Pemuda ini Tewas Saat Angkat Berat di Gym

Di jenis angkatan dead lift, Sri Hartati membuat angkatan 190 kg dan juga sukses menggondol medali emas. Sementara itu, dia membuat angkatan 150 kg untuk merebut medali perak di angkatan bench press.

Dengan demikian, selain memecahkan dua rekor dunia, Sri Hartati juga meraih tiga medali emas dan sekeping Perak.

Selain Sri, lifter putri asal Kalimantan Timur, Widari yang turun di kelas 47 Kg Putri juga berhasil merebut dua medali emas dan satu perak.

Meski menempati peringkat kedua di total angkatan 476 kg, Widari memecahkan rekor dunia di jenis angkatan bench press dengan angkatan 141 Kg.

Baca: Kisah Pesenam AS Simone Biles, dari Korban Pelecehan Seksual hingga Rekor 13 Medali Emas

Di jenis angkatan dead lift, Widari merebut medali emas dengan beban 175 kg, sedangkan menempati peringkat keempat di jenis angkatan squat dengan beban 160 Kg.

Ketua Umum PB PABBSI, Rosan P Roeslani, mengaku sangat bangga atas pencapaian cabang angkat besi dan angkat berat yang berkompetisi di level dunia.

"Kami semua di PB PABBSI merasa bangga dengan hasil di angkat besi dan angkat berat. Untuk itu, kami akan memberikan apresiasi (bonus)," kata Rosan lewat pesan singkat Rabu (7/11/2018).

Indonesia mengirimkan empat lifter, yang terdiri para dua putri dan dua putra, serta dua pelatih pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Halmstad Swedia.

Selain itu, menurut Rosan, Eko Yuli berhasil mengukir sejarah karena baru kali pertama meraih juara dunia di cabang angkat besi. Eko meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi yang digelar di Asghabat, akhir pekan lalu.

"Mudah-mudahan ini berlanjut ke Olimpiade Tokyo 2020," ujar Rosan P Roeslani.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved