Proyeksi IHSG: Disokong Nilai Tukar Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 0,27% ke level 5.939, Rabu (7/11). Artinya, indeks sudah reli

Proyeksi IHSG: Disokong Nilai Tukar Rupiah
kompas.com
IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 0,27% ke level 5.939, Rabu (7/11). Artinya, indeks sudah reli selama tujuh hari beruntun.

Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest menyebut, pasar saham tertopang penguatan rupiah. Dana asing juga masih terus masuk.

Kemarin, asing menorehkan pembelian bersih alias net buy Rp 738,04 miliar. "Di sisi lain, yield obligasi negara tenor 10 tahun juga turun, sehingga berefek positif pada pasar saham," kata Aditya, Rabu.

Analis Phintraco Sekuritas Rendy Wijaya menilai, penguatan rupiah masih akan menopang IHSG. Sebab, rupiah spot kembali ke kisaran Rp 14.500 per dollar AS setelah selama beberapa pekan tertekan di kisaran Rp 15.000.

Meski begitu, Rendy bilang, penguatan masih dibayangi sinyal perlambatan pertumbuhan konsumsi. Ini terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel September hanya 4,8% yoy, lebih rendah dari Agustus yaitu 6,1% yoy.
Prediksi Rendy, Kamis (8/11), IHSG masih berpeluang naik dengan target resistance 6.000 dan support 5.900.

Aditya meramalkan indeks masih mampu menanjak dengan amunisi rupiah yang kondusif. Dana asing disinyarir masih akan masuk. Dia mematok kisaran pergerakan 5.870-5.960.

Ilustrasi saham
Ilustrasi saham (kontan)

Prediksi Rupiah
Kian Perkasa

Rupiah semakin perkasa. Kemarin, rupiah di pasar spot menguat 1,45% ke level Rp 14.590 per dollar Amerika Serikat (AS).

Adapun, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia menamjak 0,85% menjadi Rp 14.761 per dollar AS..

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan ini tak lepas dari penantian investor terhadap hasil pemilu sela AS.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved