Pasien Gangguan Mental Sering Merasa Dirinya Tidak Sakit dan Menolak untuk Diobati

Bukan hal yang aneh lagi apabila seseorang menginginkan cepat pulang ketika berada di rumah sakit jiwa.

Pasien Gangguan Mental Sering Merasa Dirinya Tidak Sakit dan Menolak untuk Diobati
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Perawat RSJ Ratumbuysang bercengkrama dengan pasien 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bukan hal yang aneh lagi apabila seseorang menginginkan cepat pulang ketika berada di rumah sakit jiwa.

Apalagi ia merupakan satu pasein dari tempat tersebut.

Penolakan oleh pasien seringkali dirasakan oleh para pegawai rumah sakit jiwa, khususnya RSJ Sambang Lihum, Jalan Gubernur Syarkawi, Gambut, Kabupaten Banjar.

Baca: Siswi SD di Palembang Dicabuli di Toilet Sekolah, Pelaku Tandai Korban saat Pura-pura Antar Sekolah

Kepala Bidang Pelayanan Medis Dr Yusida mengatakan pasien seringkali diedukasi ketika

mereka mulai melakukan atau memperlihatkan sikap penolakan. Selain itu tak jarang juga ada pasien RSJ yang agak malas karena pengaruh obat. Namun pada akhirnya tetap mau beraktivitas.

Baca: Pria Telanjang Hebohkan Warga, Ditegur Malah Pamer Kemaluan, Diduga Tak Waras

Pemeriksaan yang dilakukan di RSJ Sambang Lihum dilakukan secara medis. Oleh dokter, diperhatikan bagaimana gejala yang muncul pada pasien tersebut. Kadang ujar Dr Yusida orang yang mengalami gangguan mental bisa saja fisiknya telihat sehat. Namun ada juga yang fisik serta mentalnya terganggu.

"Biasanya kalau yang baru datang kadang menyangkal dia sakit, makanya tidak mau berobat tapi kalau di dalam sini mereka sadar dan diajarkan bagaimana mengatasi kalau semisal muncul bisikan dan halusinasi. Jadi sakitnya tidak kambuh lagi," paparnya.

Baca: Siswi SD di Palembang Dicabuli di Toilet Sekolah, Pelaku Tandai Korban saat Pura-pura Antar Sekolah

Pascapengobatan, pasein RSJ Sambang Lihum juga dibina. Mereka diajarkan berbagai macam keahlian dan diajak berkegiatan. Bahkan ada yang diajarkan cara mencuci sepeda motor, berkebun, membuat telur asin dan melukis. Melalui pembinaan itulah, pasien diajak untuk beraktivitas dan bersosialisasi agar nantinya bisa kembali ke masyarakat banyak.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Editor: Indry Panigoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved