Kinerja Multifinance Bervariasi: Bisnis Penjaminan Tertekan

Industri multifinance mencatatkan kinerja cemerlang. Dari emiten multifinance yang telah melaporkan

Kinerja Multifinance Bervariasi: Bisnis Penjaminan Tertekan
kontan
Menghitung rupiah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Industri multifinance mencatatkan kinerja cemerlang. Dari emiten multifinance yang telah melaporkan kinerja kuartal III-2018 terlihat pendapatan dan laba tumbuh hingga dua digit.

Adira Finance misalnya, mencatatkan laba per September 2018 sebesar Rp 1,35 triliun, naik 23,85% year on year (yoy) dari Rp 1,09 triliun. Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan pendapatan sebesar 11,42% yoy menjadi
Rp 7,51 triliun.

Pendapatan Adira Finance mayoritas dari pembiayaan konsumen sebesar Rp 4,97 triliun. Selain itu pendapatan margin murabahah Rp 1,23 triliun, pendapatan sewa pembiayaan Rp 35,79 miliar dan pendapatan lain-lain Rp 1,26 triliun.

Penyaluran pembiayaan baru naik 19% menjadi Rp 28,2 triliun. "Segmen sepeda motor dan mobil memberikan kontribusi kuat terhadap terhadap pertumbuhan secara keseluruhan," ujarnya, Selasa (6/11).

Sementara PT Verena Multifinance Tbk per September 2018 mencatatkan penurunan pendapatan 26,7% menjadi Rp 177,98 miliar. Walhasil, di September 2018 merugi Rp 171,26 miliar. Padahal di September tahun lalu masih laba Rp 4,04 miliar.

Menghitung dolar AS dan rupiah
Menghitung dolar AS dan rupiah (kontan)

Presiden Direktur Verena Multifinance Andi Harjono mengatakan, merosotnya kinerja karena penurunan portofolio pembiayaan. "Kondisi likuiditas perusahaan masih baik," kata Andi, Selasa (6/11).

Untuk memaksimalkan Verena Multifinance berusaha menambah modal dengan right issue. Perusahaan ini menawarkan 3,1 miliar saham dengan target perolehan dana Rp 434,3 miliar. IBJ Leasing Company (IBJL) asal Jepang bertindak sebagai pembeli siaga. "Dana senilai Rp 214,31 miliar untuk membeli saham IBJL pada PT IBJ Verena Finance (IBFJ), sisanya Rp 220 miliar untuk modal kerja Verena Multifinance," ujar Andi.

Sementara rapor Intan Banuprana Finance (IBFN) di kuartal III-2018 bertinta merah lantaran berhenti menyalurkan kredit sejak akhir 2017 dan fokus pada proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pendapatan minus karena beban penyusutan lebih besar.

Direktur IBFN Alexander Reyza, mengatakan, rencana perusahaan mulai menyalurkan kembali pembiayaan ke nasabah yang mempunyai track record dan prospek usaha bagus. "Target utama saat ini mencapai kinerja maksimal di tengah tantangan industri pembiayaan," ujarnya kepada KONTAN.

Kinerja Keuangan Kuartal III 2018 Emiten Multifinance

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved