Kakeknya Jadi Pahlawan: Anies Apresiasi Pemerintahan Jokowi

Jokowi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2018.

Kakeknya Jadi Pahlawan: Anies Apresiasi Pemerintahan Jokowi
antara
Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/11/2018). 

"Bahkan, anaknya yang duduk di belakang ini namanya Imlati, itu lahir bulan Juli ketika beliau masih anggota BPUPKI. Imlati itu kepanjangan, Indonesia Merdeka Lekas Akan Tercapai Insya Allah," ujar Anies.

Salah satu prestasinya yang terukir di bidang diplomasi, yakni menjadi diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama atas eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

Atas peran kakeknya itu, Mesir menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, lanjut Anies, almarhum semasa hidup pernah menjadi wartawan dan Menteri Muda Penerangan pada tahun 1947.

Mengutip buku profil penerima gelar Pahlawan Nasional dari Kementerian Sosial, AR Baswedan juga dikenal sebagai penulis, penyair, sastrawan, dan politisi.

Sebagai tokoh keturanan Arab, dirinya memperjuangkan integrasi keturanan Arab menjadi bangsa Indonesia.
Menurutnya, keturunan Arab mempunyai kewajiban yang sama untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Ia menyebarkan pemikiran dan sikap politiknya tersebut melalui surat kabar tempatnya bekerja sebagai redaktur, diantaranya surat kabar Sin Tit Po dan Suara Umum.

Putra dari Awad Umar Baswedan dan Khadjijah Badid, merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKPKI) mewakili golongan Arab.

Dirinya pun merupakan inisiator pembentukan Persatuan Arab Indonesia yang kemudian menjadi Partai Arab Indonesia (PAI), yang dibubarkan pemerintah pendudukan Jepang (1942-1945), dan akhirnya bergabung ke dalam Partai Masyumi.

Setelah keluar dari dunia politik pada 1960, Abdurrahman mengalihkan perjuangannya ke dalam dunia pendidikan, dakwah, dan budaya.

Selain kakek Anies Baswedan, alm Abdurrahman Baswedan, lima orang lainnya yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah adalah alm Pangeran Mohammad Noor selaku tokoh dari Kalimantan Selatan, alm Agung Hajjah Andi Depu selaku tokoh dari Sulawesi Barat, alm Depati Amir selaku tokoh dari Bangka Belitung, alm Kasman Singodimejo selaku tokoh dari Provinsi Jawa Tengah serta alm KH Syam'un selaku tokoh dari Banten
Pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 123/TK/TAHUN 2018 tanggal 6 November 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved