Kakeknya Jadi Pahlawan: Anies Apresiasi Pemerintahan Jokowi

Jokowi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2018.

Kakeknya Jadi Pahlawan: Anies Apresiasi Pemerintahan Jokowi
antara
Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/11/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2018.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, selaku ahli waris mengapresiasi pemerintahan Jokowi-JK yang menganugerahi kakeknya, Abdurrahman Baswedan, gelar sebagai salah satu Pahlawan Nasional.

Pemberian gelar itu diterima langsung oleh para ahli waris di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11).

"Kami menyampaikan apresiasi. Sebab, proses ini sebenarnya dimulai 2010 diusulkan waktu itu," ujar Anies di kompleks Istana Presiden.

Nama Abdurrahman atau AR Baswedan diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Yogyakarta pada 2010. Namun, baru delapan tahun kemudian, pemerintah memberikan gelar tersebut.

"Pertama, yang mengusulkan itu Provinsi DIY. Karena memang almarhum hingga akhir hayatnya menghabiskan waktu di Yogyakarta. Kebetulan juga saya tinggal serumah dengan kakek mulai dari bayi sampai SMA," ujarnya.

Anies menghadiri acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara dengan didampingi ibundanya, Aliyah Rasyid dan sanak saudaranya. "Saya bersyukur, saya pribadi saya tumbuh besar bersama kakek di rumah sampai saya SMA. Dan pengalaman bersama itu mengesankan luar biasa," ucap Anies.

Abdurrahman Baswedan lahir di Surabaya, Jawa Timur, 9 September 1908. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan, diplomat, mubaligh sekaligus sastrawan.

Anies Baswedan mengatakan kakeknya merupakan sosok yang sangat mencintai Indonesia, yang tercermin dari seluruh pikirannya, langkahnya, tindakannnya.

Almarhum sempat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved