BNN Selidiki Efeks Fly Remaja Mabuk 'Minum Air'

Fenomena menyimpang baru sedang melanda kalangan remaja pemula. Di beberapa kota, Badan Narkotik Nasionanal

BNN Selidiki Efeks Fly Remaja Mabuk 'Minum Air'
thenewsminute.com
ILUSTRASI pembalut - Inilah beberapa fakta soal fenomena remaja yang mengonsumsi air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek fly. 

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, AKBP Suprinarto mengatakan, para remaja itu meminum air pembalut sebagai salah satu alternatif remaja untuk mendapat efek seperti konsumsi narkotika.

Konsumsi air rebusan dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal. "Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum," kata Suprinarto.

Meski bukan gaya baru, kemunculan fenomena ini tengah santer di masyarakat Jawa Tengah seiring sulit dan mahalnya mendapatkan narkoba jenis sabu. Informasi serupa sempat mencuat di Karawang, Jawa Barat, pada Februari 2018.

Kabag Humas BNN Kombes Pol Sulistriandriatmoko menuturkan, saat ini BNN sedang mendalami kandungan zat di dalamnya, serta apa hukum bagi penggunaannya. BNN juga masih meneliti dampak penggunaan air rebusan pembalut untuk mabuk ini.

"Laboratorium Narkotika BNN belum pernah mendapatkan sampel barang tersebut, untuk diperiksa kandungan apa yang terdapat dalam pembalut wanita," kata Sulis.

Sulistriandriatmoko mengatakan berdasarkan informasi dari Laboratorium Narkotika BNN, anak-anak remaja yang mengklaim mendapatkan sensasi nge-fly setelah minum rebusan pembalut wanita tersebut, dimungkinkan dipengaruhi oleh adanya sugesti. "Kalau kandungan pembalut wanita tersebut, kemungkinan hanya klorin dan bahan penyerap air," kata Sulis.

Menurut Sulis, tidak ada efek yang bisa dijelaskan para remaja itu benar-benar mabuk karena akibat dari pengaruh sesuatu zat yang diduga mirip dengan zat narkotika. "Saya tidak tahu dampak dari klorin tersebut," ucap Sulis.

Para remaja mengonsumsi air rebusan pembalut itu karena ingin merasakan sensasi mengonsumsi narkotika. Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah, pun akan meneliti kandungan dari air rebusan pembalut.

Tim akan diterjunkan untuk meneliti sejauh mana dampak buruknya terhadap tubuh manusia pengonsumsi. ''Kalau di lapangan seperti itu, ya perlu ada tindakan pencegahan," ucap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang Sarwoko Oetomo saat ditemui di sela kegiatan "Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes" di Novotel, Semarang.

Sarwoko mengaku telah mendengar kabar perilaku remaja yang mengkonsumsi air di luar kewajaran tersebut. Untuk saat ini, Dinkes Kota Semarang akan melakukan penelitian terlebih dulu sebelum menyampaikan kandungannya ke publik.

"Nanti setelah ada hasil penelitian dampak dari kebiasaan ini akan kami sampaikan," katanya. Tim kesehatan nantinya meneliti zat-zat yang terkandung di dalam pembalut tersebut. (tribun jateng/tribunnews/kps)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved