BNN Selidiki Efeks Fly Remaja Mabuk 'Minum Air'

Fenomena menyimpang baru sedang melanda kalangan remaja pemula. Di beberapa kota, Badan Narkotik Nasionanal

BNN Selidiki Efeks Fly Remaja Mabuk 'Minum Air'
thenewsminute.com
ILUSTRASI pembalut - Inilah beberapa fakta soal fenomena remaja yang mengonsumsi air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek fly. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Fenomena menyimpang baru sedang melanda kalangan remaja pemula. Di beberapa kota, Badan Narkotik Nasionanal (BNN) menemukan kalangan usia 13-15 tahun, mengonsumsi air rebusan pembalut untuk merasakan sensaksi fly sebagai pengganti narkotika. Apakah ada dampak buruknya terhadap tubuh? akan segera diteliti.

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Arman Depari menyebut tren 'fly' oleh air rebusan pembalut menjadi tren di sejumlah daerah, termasuk beberapa wilayah di sekitar Jakarta.

"Tidak hanya di Jawa Tengah, tapi di Jawa Barat, dan sekitar Jakarta juga," kata Armand di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (8/11).

"Di Karawang, Jakarta Timur, dan Bekasi kami sudah dapatkan informasi," ucap dia Arman. Saat ini BNN tengah mendalami berbagai aspek, termasuk kandungan zat di dalamnya, dan hukum penggunaannya. BNN juga masih meneliti dampak penggunaan air rebusan pembalut untuk teler.

"Kami menemukan ada anak-anak muda kita yang menggunakan kain pembalut wanita yang direbus kemudian airnya diminum sebagai bahan pengganti narkoba. Namun ini masih dalam pendalaman kami," kata Armand.

Umumnya pemabuk air rebusan pembalut ini merupakan remaja yang belum dewasa. Mereka, menilai di dalam pembalut itu terdapat zat adiktif yang bisa membuat orang merasa teler jika dikonsumsi.

"Menurut mereka, pembalut wanita itu di dalamnya mengandung bahan-bahan psikoaktif. Mungkin sebagai pengawet atau bahan yang lain. Tapi ini masih perlu pendalaman dan pemeriksaan laboratoris," kata Armand.

Ketika disinggung soal upaya pencegahan, saat ini langkah-langkah tersebut juga masih dikaji. Namun, kata dia, terlebih dahulu akan dilakukan kajian sesuai aspek hukum. 

"Kalau di situ pelanggaran hukum yang sudah betul sudah ada undang-undang kita mengatur, nah kita lakukan penegakan hukum sesuai aturan. Tapi kalau itu ketidaksengajaan dan ketidaktahuan, maka barangkali kita akan lebih mengutamakan pencegahannya," kata dia.

Provinsi Jawa Tengah menemukan fenomena baru di kalangan remaja untuk mendapatkan efek 'fly' pengganti narkoba. Biasanya para remaja akan mengkonsumsi obat batuk atau lem. Namun baru-baru ini BNNP Jateng menemukan remaja kisaran usia 13 hingga 16 tahun mengonsumsi air rebusan pembalut sebagai pengganti narkotika.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved