Berharap Bangkit di MotoGP, Lorenzo Ingin seperti Messi dan Ronaldo

Pebalap Ducati ini bahkan ingin menjadikan dirinya seperti dua mega bintang sepak bola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Berharap Bangkit di MotoGP, Lorenzo Ingin seperti Messi dan Ronaldo
Dok Ducati
Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo (kiri) memberi ucapan selamat kepada Andrea Dovizioso yang memenangi balapan MotoGP Republik Ceska di Sirkuit Brno, Minggu (5/8/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pebalap MotoGP Jorge Lorenzo menyatakan ingin segera bangkit kembali.

Pebalap Ducati ini bahkan ingin menjadikan dirinya seperti dua mega bintang sepak bola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

"Messi bersama Ronaldo adalah yang terbaik, sementara sejak 2015 saya bukan yang terbaik, saya ingin kembali menjadi yang terbaik," kata Lorenzo dilansirTuttomotoriweb dari Sky Sport, Selasa (6/11/2018).

Baca: Lorenzo Sanjung Aksi Valentino Rossi di Sepang

Menurut pebalap Ducati itu, salah satu cara agar bisa dianggap seperti Messi dan Ronaldo adalah memenangi kembali gelar juara dunia MotoGP.

"Saya harus memenangi kejuaraan untuk menganggap diri saya seperti Messi atau Ronaldo. Dari segi karakter saya lebih menyukai Ronaldo karena keinginan untuk berusaha, sedangkan Messi adalah bakat murni," ujar pebalap Spanyol itu.

Sepanjang keikutsertaanya di MotoGP, Lorenzo tercatat sudah tiga kali meraih juara, masing-masing pada 2010, 2012, dan 2015. Seluruh gelar juara dunia ini diraih Lorenzo bersama Yamaha.

Baca: 5 Rekor Yang Bisa Dipecahkan Ronaldo dan Lionel Messi Musim Ini

Sejak 2017, Lorenzo pindah ke Ducati. Namun, ia gagal menunjukan penampilan terbaik pada musim pertama bersama Ducati.

Pada pertengahan musim 2018, penampilan Lorenzo sebenarnya sempat membaik saat berhasil menjuarai beberapa seri balapan.

Namun, cedera yang melanda karena kecelakaan di GP Aragon membuat Lorenzo tak bisa melanjutkan performa gemilangnya. Puncaknya, Lorenzo kembali mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas GP Thailand.

Kecelakaan itu membuat Lorenzo harus absen di empat seri terakhir. Selain di Thailand, Lorenzo juga tidak bisa tampil di Jepang, Australia, dan Malaysia.

Menurut Lorenzo, dirinya sebenarnya tidak harus absen di banyak seri andai kecelakaan itu terjadi di pertengahan musim.

"Jika itu terjadi selama musim panas mungkin saya bahkan tidak melewatkan perlombaan. Ini terjadi tepat ketika ada empat hingga lima balapan dalam sebulan," ujar Lorenzo.

Musim 2018 hanya tinggal menyisakan satu seri. Lorenzo mengaku akan berupaya agar bisa turun di seri pamungkas di Valencia.

Jika terealisasi, itu akan menjadi penampilan terakhir Lorenzo di Ducati sebelum pindah ke Repsol Honda musim depan.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved