WeChat dan Alipay Gandeng BNI

Aplikasi pengirim pesan asal China yakni WeChat dan aplikasi pembayaran Alipay menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)

WeChat dan Alipay Gandeng BNI
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Mongol Perkenalkan Aplikasi Yap! dari BNI 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Sistem pembayaran asing merambah pasar Indonesia. Aplikasi pengirim pesan asal China yakni WeChat dan aplikasi pembayaran Alipay misalnya menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) agar bisa memberikan layanan pembayaran di Indonesia.

Kerjasama ini bertujuan agar layanan WeChat dan Alipay, terhubung dengan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Indonesia sesuai Peraturan Bank Indonesia No.19/8/PBI/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway) yang tertulis, lembaga switching domestik dapat bekerja sama dengan penyelenggara switching di luar GPN dalam pembayaran transaksi jika ingin beroperasi di sini.

Gerakan penukaran kartu berlogo GPN di kawasan MegaMas Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (18/08/2018).
Gerakan penukaran kartu berlogo GPN di kawasan MegaMas Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (18/08/2018). (ISTIMEWA)

Selain itu, aturan BI nomor 20/6/PBI/2018 tentang uang elektronik, mewajibkan layanan semacam WeChat untuk melakukan kerjasama dengan bank yang masuk dalam kelompok umum kelompok usaha (BUKU) IV.
Bila di China sistem pembayaran menggunakan pemindai QRCode dengan metode customer presented, maka ketika masuk Indonesia, metode yang digunakan adalah QRCode merchant presented.

General Manager eBanking BNI Anang Fauzie menjelaskan, aplikasi pembayaran milik BNI yaitu Yap! memiliki dua jenis bisnis yaitu aplikasi Yap! sebagai issuing dan Yap! sebagai acquiring untuk menerima transaksi.

"Bentuknya WeChat dan Alipay akan diintegrasikan melalui jaringan Yap! acquiring BNI," kata Anang kepada KONTAN, Senin (5/11).

Kantor Wilayah BNI di Jalan  Datulolong Lasut
Kantor Wilayah BNI di Jalan Datulolong Lasut (Tribun Manado)

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, WeChat sudah melakukan perjanjian kerjasama yang akan dilaksanakan pada 13 November 2018. Sedangkan AliPay menunggu legal agreement yang rencananya bakal rampung 23 November 2018. "Rencananya akhir bulan ini sudah diteken," kata Herry.

Baca: Ayo Ikut BNI Instagram Contest Hadiahnya Menggiurkan

Herry melihat adanya potensi dana lebih dari Rp 2 triliun per tahun melalui kerja sama ini. Potensi dana itu dihitung dengan memakai asumsi sekitar 1,5 juta turis China yang melancong ke Indonesia. BNI memprediksi separuh dari turis asal negeri bambu ini bertransaksi menggunakan WeChat dan AliPay di merchant-merchant yang memakai platform digital BNI yakni Yap!

Dengan begitu WeChat dan Alipay bisa digunakan di seluruh wilayah Indonesia nantinya. Hingga saat ini Yap! sudah memiliki sebanyak 380.000 pengguna dan jumlah merchant yang bekerja sama dengan Yap! mencapai 360.000 merchant. Sedang nilai transaksi Yap! hingga saat ini menembus Rp 560 miliar.

"Jadi settlement akan melalui BNI sehingga BNI akan dapat komisi. Menyusul BNI juga akan kerjasama dengan LiquidPay dari Singapura," ujar Herry.

Baca: OJK dan BNI Gelar Bulan Inklusi Keuangan Lewat Bazar

BNI menargetkan potensi pendapatan berbasis komisi atawa fee based income dari digital banking BNI pada 2018 sebesar sebesar Rp 1,7 triliun. Jumlah tersebut naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 1,5 triliun. "Hingga kuartal ketiga 2018, kurang lebih Rp 1,2 triliun," tutur Anang.

Suwignyo Budiman, Direktur Bank Central Asia (BCA) bilang, pada akhirnya semua bank memang akan meningkatkan kerjasama di bidang digital. "BCA juga sedang menyiapkan kerjasama dengan beberapa teknologi finansial," kata Suwignyo, Senin (5/11).

Sumber KONTAN di BI mengatakan, dengan kerjasama ini mitigasi risiko bisa lebih baik. Operasionalnya juga akan mengikuti layanan yang ada di bank besar lokal. (Kontan)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved