Gedung Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor di Tampusu Tak Terurus

Gedung Rehabilitasi IPWL Direktorat RSKP Napza Kemensos yang berlokasi di Desa Tampusu,

Gedung Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor di Tampusu Tak Terurus
Gedung Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) 

TRIBUNMANADO.OC.ID - Gedung rehabilitasi IPWL, Direktorat RSKP Napza Kemensos yang berlokasi di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Provinsi Sulawesi Utara, tampak tidak terurus.

Sejak diresmikan oleh mantan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada 3 Februari 2017 silam, Gedung Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), belum digunakan untuk merawat korban penyalahgunaan Napza atau belum difungsikan sebagaimana mestinya.

Baca: Kejar Teman Miras dengan Sajam, Adrianus Ditangkap Polsek Mapanget

Pantauan Tribun Manado, Senin (5/11/2018), gedung megah tersebut terkunci kedua pintu digembok dan tidak adanya penjagaan dari petugas.

Padahal anggaran pembangunan maupun fasilitas penunjang untuk dioperasikan menampung pasien sudah sangat layak tapi entah apa yang menjadi faktor kendala.

Gedung Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL)
Gedung Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) (TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI)

Pekerjaan proyek pembangunan gedung IPWL anggarannya hasil bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos), yang nilainya mencapai milyaran rupiah, sedang kucuran anggaran dan pembangunan berlangsung 2 tahap.

“Masakan gedung IPWL yang skalanya hanya kecil dan dikelola oleh swasta terletak di desa parepei aktif merawat pasien korban narkotika, sedang fasilitas di tampusu lebih dari mewah,”  ungkap Maritje, warga setempat.

Baca: Penertiban Parkir Liar dengan Mobil Derek Belum Akan Terealisasi Tahun Ini

Lokasi gedung tersebut berada di tanah milik Pemprov Sulut, otomatis dikelola oleh bidang rehabilitasi Dinas Sosial Pemprov Sulut.

"Menjadi pertanyaan pasien korban penyalahgunaan Napza jumlahnya kian tahun bertambah, pihak terkait serius mengelola aset yang manfaatnya begitu dirasakan oleh banyak pasien, apalagi Pemerintah Pusat lewat Kemensos sudah menggelontorkan dana bantuan yang nominalnya cukup besar menggunakan APBN," katanya.

IPWL adalah Pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah.

 Wajib lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya, orangtua, wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada institusi penerima wajib lapor untuk mendapatkan pengobatan/perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.(fer)

TONTON JUGA:

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved