Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Alasan Tentara Gurkha di Singapura tak Boleh Nikahi Perempuan lokal

Kepolisian Singapura membentuk Kontingen Gurkha --semacam Brimob di Indonesia-- yang terdiri dari bekas prajurit Inggris.

Editor: Aldi Ponge
national geographic
pasukan Gurkha 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seiring banyaknya pengakuan atas kehebatan Tentara Gurkha, salah satu negara di Asia Tenggara yakni Singapura turut meliriknya.

Pada 9 April 1949 Kepolisian Singapura membentuk Kontingen Gurkha --semacam Brimob di Indonesia-- yang terdiri dari bekas prajurit Inggris.

Namun, ada juga yang direkrut sejak usia 18 atau 19 tahun. Sedangkan rata-rata usia pensiun bagi prajurit Gurkha yakni 45 tahun.

"Mereka tangguh, waspada, dan kuat. Dapat beroperasi di seluruh spektrum operasi paramiliter untuk membantu menjaga Singapura," tulis Kepolisian Singapura dalam laman resminya.

Baca: Maia Estianty Pamer Kemewahan Setelah Menikah, Makanan pun Dilayani Chef Khusus

 
Meski disanjung sebagai pasukan istimewa, kehidupan prajurit Gurkha di Singapura dibatasi. Mereka hidup di Kamp Mount Vernon di luar pusat kota dan tak sembarang orang bisa masuk ke sana.

"Kami punya jam malam pukul 00.00, tapi bagi perempuan kami bisa tetap beraktivitas lewat jam malam bila punya alasan yang kuat. Bagi laki-laki tidak seperti itu," ujar seorang perempuan yang menikah dengan prajurit Gurkha.

Ia juga menceritakan salah satu aturan di sana yakni tidak diperbolehkan adanya kegiatan di atas pukul 22.30. 

"Ini artinya tidak boleh ada musik atau apapun juga. Bahkan bila kita mengadakan pesta, kita harus menghentikannya. Bila tidak, akan ada semacam penegakan oleh petugas patroli," lanjutnya.

Tak hanya itu, prajurit Gurkha juga tak diperbolehkan untuk menikahi perempuan lokal. Namun mereka boleh menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.

Baca: Irwan Mussry Habiskan Malam Minggu Bersama Ayah Mertua Pasca Menikah dengan Maia Estianty

Suatu waktu, mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, pernah mengungkapkan kekagumannya kepada prajurit Gurkha.

"Gurkha netral, disiplin, dan setia," ucap dia dalam buku bertajuk The Singapore Story: Memoirs of Lee Kuan Yew (1998).

Meski dikenal tangguh dan tak kenal ampun, E.D Smith dalam Britain's Brigade of Gurkhas (1985) menyebut prajurit Gurkha adalah orang yang ramah.

"Gurkha memperoleh pujian tinggi karena ketenangan, efisiensi, dan pembawaan yang bersahabat," tulis dia. 

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: http://jambi.tribunnews.com/2018/11/04/tentara-gurkha-tidak-diperbolehkan-menikahi-perempuan-lokal-ini-dia-sederet-alasannya

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved