Petrus Sayerz, Korban Lion Air JT-610 Dua Kali ke Manado untuk Nikahkan Anak

Menurut Bella, anak kedua Petrus, terakhir kali ayahnya datang ke Bumi Nyiur Melambai pada 2013 lalu saat menikahkan kakak keduanya, Pucha Sayerz.

Petrus Sayerz, Korban Lion Air JT-610 Dua Kali ke Manado untuk Nikahkan Anak
Istimewa
Petrus Sayerz (kanan) bersama Yuke Pelealu saat menikahkan putri mereka, Pucha Sayerz-Olsen beberapa tahun lalu. 

Laporan wartawan Tribun Manado, Fernando Lumowa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Petrus Rudolf Sayerz (58), satu di antara 189 penumpang dan kru Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jabar, 29 Oktober 2018 lalu sempat dua kali ke Manado.

Menurut Bella, anak kedua Petrus, terakhir kali ayahnya datang ke Bumi Nyiur Melambai pada 2013 lalu saat menikahkan kakak keduanya, Pucha Sayerz-Olsen pada 2013 silam.

"Terakhir kami ketemu langsung di nikahnya kakak saya di sini (Manado)," ujar Gabriella Katuuk-Sayerz, warga Perum Greenville Matungkas, Minut, Jumat (2/11/2018).

Sebelumnya, Petrus ke Manado saat pernikahan Bella dengan Erico Katuuk. Bella mengakui jarang bertemu muka dengan sang ayah.

"Kakak-kakak sering karena mereka di Jakarta. Mama juga sering ke sana. Terakhir mereka ketemu Agustus kemarin waktu mama kunjungi kakak Githa. Kebetulan kosnya Githa segedung dengan kantor papa," ujar Bella.

Petrus Rudolf Sayerz, pria berdarah Ambon menikahi Yuke Meiske Pelealu, perempuan asal Sonder, Minahasa. Dari pernikahan keduanya lahir empat anak, Pucha Sayerz Olsen (33), Githa Sayerz (31), Bella dan almarhum Tito Imanuel.

Bella sendiri menikah dengan Erico Katuuk. Anak mereka Joachim Katuuk. Keluarga kecil ini tinggal di Matungkas bersama ibu mereka, Yuke Pelealu.

Bella dan kakaknya Githa saat ini berada di Hotel Ibis Cawang, bersama keluarga korban lainnya. Katanya, keluarga sudah ikhlas.

"Percaya, apapun yg terjadi, apa papa bisa ditemukan selamat atau tidak, apa jenazahnya bisa ditemukan atau tidak, Tuhan pasti ada maksud," katanya.

Bella dan Githa telah menyerahkan data-data ante-mortem serta sampel DNA kepada tim identifikasi di RS Kramat Jati, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018 lalu.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved