Cerita Korban Penggusuran di Paniki II, Satu Kamar untuk Tidur Enam Orang

Hal ini terjadi setelah pemerintah menggusur kediamannya beserta puluhan kepala keluarga yang bermukim di Kelurahan Paniki II, Kecamatan Mapanget.

Cerita Korban Penggusuran di Paniki II, Satu Kamar untuk Tidur Enam Orang
Indrawati Kalamu dan kerabatnya mengadu ke DPRD Kota Manado, Kamis (01/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setahun terakhir, Indrawati Kalamu (43) dan keluarganya tak lagi punya tempat tinggal.

Hal ini terjadi setelah pemerintah menggusur kediamannya beserta puluhan kepala keluarga yang bermukim di Kelurahan Paniki II, Kecamatan Mapanget.

Indrawati dan suaminya memiliki empat anak. Dua perempuan sudah SMA dan SMP, sementara dua anak lainnya masih kecil. Saat ini mereka tinggal di rumah ayah mertua Indrawati. Enam orang tidur dalam sekamar. Indrawati tak bekerja, sementara suaminya hanya buruh bangunan.

"Yah terpaksa karena tak ada tempat tinggal. Kami berenam di kamar yang sempit. Kasihan anak-anak perempuan saya yang sudah besar. Harus tidur berhimpitan dengan ayahnya juga," ujarnya Kamis (1/11).

Indrawati adalah salah seorang warga korban gusur yang mendatangi kantor DPRD Kota Manado. Sekitar 20an warga ini meminta pimpinan DPRD Kota Manado agar menggelar hearing dengan instansi terkait. Serta memfasilitasi masyarakat agar bisa menempati kembali tanah tersebut.

Sampai sekarang belum ada yang memanfaatkan tempat tersebut. Masyarakat yang menjadi korban gusur pun mengaku belum mempunyai tempat tinggal. Masyarakat juga menuntut ganti rugi perusakan rumah yang dibongkar saat itu. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved