Pascaputing Beliung Porak Poranda Treman: Rezia Gemetar saat Masuk Rumah

Fenomena puting beliung di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara meninggalkan

Pascaputing Beliung Porak Poranda Treman: Rezia Gemetar saat Masuk Rumah
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Sebanyak 27 rumah warga hingga Balai Desa di Desa Treman mengalami kerusakan parah akibat dilanda angin puting beliung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Fenomena puting beliung di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara meninggalkan trauma bagi masyarakat.

Masih melekat di ingatan para korban, dahsyatnya peristiwa alam Senin (29/10/2018) yang memporak-porandakan seisi kampung.

Puting beliung atau angin pusaran itu menyebabkan 27 rumah mengalami kerusakan parah, ringan dan sedang.

Rezia Rondonuwu, seorang korban mengaku, gemetar saat memasuki rumahnya. "Saya ketakutan," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Selasa kemarin.

Menurut dia, rumahnya kehilangan seluruh atap beserta pakaian, peralatan dapur serta sejumlah dokumen. Atap rumahnya terbawa sejauh 300 meter. "Semua dibawa angin," kata dia.
Ia menceritakan kejadian itu dengan mimik ketakutan.

"Saya waktu itu sedang menuju rumah, tiba-tiba berhembus angin putar yang keras dan menghantam rumah saya. Saya ketakutan, lantas berlarian ke sana kemari. Para tetangga pun seperti itu, usai serbuan angin, saya cepat cepat menuju rumah, di sana anak cucu saya tengah berlindung di kolong rumah sambil berdoa," kata dia.

Warga dan TNI-Polri melakukan evakuasi reruntuhan bangunan akibat puting beliung di  Desa  Treman, Minahasa Utara pada Senin (30/10/2018) pukul 3 sore.
Warga dan TNI-Polri melakukan evakuasi reruntuhan bangunan akibat puting beliung di Desa Treman, Minahasa Utara pada Senin (30/10/2018) pukul 3 sore. (TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS)

Usai hantaman angin, ujar dia, datang hujan deras, menambah horor pada sore itu. Semua peralatan rumah basah. "Keadaan sangat mencekam, kami sekeluarga cuma bisa berdoa," kata dia.

Senin malam, sejumlah umat Katolik memasang terpal di atas rumahnya. Namun ia memilih mengungsi ke rumah
keluarganya. "Saya masih takut," kata dia.

Jouke Maramis juga masih dilanda trauma. Senin malam ia tidur di rumah saudaranya. "Saya merasa sangat ketakutan, terbayang kuatnya angin itu," kata dia.

Jouke mengatakan, rumahnya kehilangan seluruh atap, sedang warung miliknya roboh. "Atap terbang sejauh 200 meter, sementara kayu-kayu sejauh 300 meter," kata dia.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved