Ketum Hanura Menang di MA: KPU Kaget, Segera Gelar Rapat Pleno

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Wahyu Setiawan mengaku terkejut dengan putusan Mahkamah Agung

Ketum Hanura Menang di MA: KPU Kaget, Segera Gelar Rapat Pleno
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengungkapkan bahwa kepemimpinannya sah secara hukum. Ia pun menunjukan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang restrukturisasi, reposisi dan revitalisasi pengurus DPP Partai Hanura masa bakti tahun 2015-2020, nomor M.HH-01.AH.11.01 tahun 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Wahyu Setiawan mengaku terkejut dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan uji materi Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang ( OSO).

Uji materi tersebut terkait dengan larangan pengurus partai politik menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tercantum dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26 Tahun 2018.

Keterkejutan Wahyu, lantaran sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya telah menyatakan pengurus partai politik dilarang maju sebagai caleg DPD. Tetapi, MA justru mengabulkan gugatan Oso.

"Putusan MA yang diliput di media secara luas, itu cukup mengagetkan KPU karena bagi KPU putusan MK itu sudah sangat jelas, lalu ada putusan MA yang sudah sangat jelas pula," kata Wahyu.

Namun demikian, hingga saat ini KPU belum mengambil sikap terkait putusan MA tersebut. Sebab, KPU belum menerima dan membaca substansi putusan. KPU, kata dia, akan mempelajari isi putusan dan membuat kajian. Terkait sikap yang akan diambil, KPU akan memutuskannya melalui rapat pleno.

"Sikap KPU tentu saja akan menunggu dan memperlajari putusan MA. Kedua, KPU akan bahas dalam rapat pleno terkait putusan MA tersebut," ujar Wahyu.

Dia menjelaskan, pihak lembaga penyelenggara pemilu itu akan mencoba mengkaji putusan MA karena pandangan KPU putusannya Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pokok yang diuji materi di MA kategorinya terang benderang.

Selain itu, pihaknya mempertimbangkan secara resmi bertemu dengan MK untuk meminta pertimbangan atas putusan MA terkait uji materi yang diajukan OSO mengenai persyaratan caleg DPD yang tidak boleh jadi pengurus parpol.

"Dalam pandangan KPU putusan MK sudah sangat jelas terang benderang. Tetapi putusan MA yang ada di media cukup mengagetkan KPU, karena putusan MK sudah sangat jelas. Dan kami akan putuskan itu dalam pleno," tambahnya.

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan uji materi yang diajukan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Uji materi dilakukan terhadap Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26 Tahun 2018 yang memuat larangan pengurus partai politik menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). "Iya benar dikabulkan," kata Juru bicara MA Suhadi saat dikonfirmasi kemarin.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved