Seorang Mahasiswi Mengaku Diperkosa, Polda DIY: Hasil Visum Menunjukan Tidak Ada Kekerasan

Polisi telah mengantongi hasil visum mahasiswi asal Blora berinisial W. Dari hasil visum, dinyatakan tidak ada tindak kekerasan yang dialami korban.

Seorang Mahasiswi Mengaku Diperkosa, Polda DIY: Hasil Visum Menunjukan Tidak Ada Kekerasan
YOUTUBE
Lantaran Mahar Kurang, Pengantin Wanita Diperkosa Ayah Mertua, Saudara Ipar Turut Berperan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi telah mengantongi hasil visum mahasiswi asal Blora berinisial W. Dari hasil visum, dinyatakan tidak ada tindak kekerasan yang dialami korban.

"Kita menerima laporan dari masyarakat, bahwa ada orang yang diperkosa. Kemudian kita cek TKP-nya, kita periksa saksi-saksi, lalu kita mintakan visumnya," ujar Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo, Kamis (25/10/2018)

Hadi menyampaikan, orang yang diduga melakukan pemerkosaan sudah dimintai keterangan. Pemeriksaan sudah dilakukan sebanyak dua kali.

Mahasiswi Asal Blora Diperkosa di Mobil Travel

"Kita masih memerlukan saksi yang lain, apakah itu memang terjadi perkosaan atau tidak," urainya.

Dijelaskanya sampai saat ini status terlapor masih sebagai saksi. Penyidikan itu berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh, bukan berdasarkan kemungkinan atau opini.

Baca: Polisi Berjaga-Jaga untuk Menyukseskan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018

"Jadi untuk menetapkan tersangka, alat bukti yang berbicara, bukan opini yang bicara," tegasnya.

Polisi juga sudah mengantongi hasil visum mahasiswi berinisial W. Dari hasil visum dinyatakan tidak terdapat kekerasan yang dialami oleh W.

"Visumnya tidak menyebutkan adanya kekerasan, hanya telah terjadi persetubuhan," tegasnya.
Hadi menuturkan tidak bisa menyampaikan apakah persitiwa tersebut berdasarkan suka sama suka. Sebab, yang akan polisi buktikan adalah adanya laporan pemerkosaan.

Baca: Berikut Jadwal Liga Spanyol Barcelona vs Real Madrid, El Clasico Tanpa Messi atau Ronaldo

"Yang kita akan buktikan adalah suatu laporan polisi. Pemerkosaan itu deliknya sudah ada, maka akan kita buktikan pemerkosaan atau tidak," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya , seorang mahasiswa asal Blora, Jawa Tengah berinisial W (22) bersama ibunya dengan didampingi pengacara, Selasa (22/10/2018), mendatangi Mapolda DIY. Kedatangan W ini untuk melapor karena telah diancam dan dipaksa berhubungan badan oleh seorang sopir travel. (*)

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL, http://jogja.tribunnews.com/2018/10/26/polda-diy-soal-laporan-mahasiswi-yang-mengaku-diperkosa-hasil-visum-menunjukan-tidak-ada-kekerasan.

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved