Ibu Jessica Mananohas, Olga Semet, Tak Hadiri Pemakaman karena Alasan Keamanan

Olga Semet, ibu Jessica Mananohas (10), batal hadir di pemakaman putrinya karena alasan keamanan.

Ibu Jessica Mananohas, Olga Semet, Tak Hadiri Pemakaman karena Alasan Keamanan
Istimewa
Tersangka OS alias Olga menjalani pemeriksaan di Polres Kepulauan Sangihe 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA - Olga Semet, tersangka pembakar putrinya, Jessica Mananohas (10), batal hadir dalam ibadah pemakaman putrinya karena alasan keamanan.

Diberitakan sebelumnya, Olga Semet, warga Kampung Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, minta hadir dalam pemakaman Jessica Mananohas.

Namun, hingga sampai selesai pelaksanaan ibadah pemakaman, Olga tak terlihat.

Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Sudung Napitu melalui Kasat Reskrim IPTU Denny Tampenawas mengatakan, Olga tak datang karena alasan keamanan.

"Tidak hadirnya tersangka karena alasan keamanannya," terang Tampenawas.

Anak sekolah minggu menyanyikan lagu
Anak sekolah minggu menyanyikan lagu "Di Doa Ibuku Namaku Disebut" terdengar di ibadah pemakaman Jesica Mananohas (10) di Dusun Kawiwi, Kampung Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Kamis (25/10/2018) siang. (TRIBUNMANADO/JHONLY KALETUANG)

Seperti diberitakan tribunmanado.co.id lantunan lagu "Di Doa Ibuku Namaku Disebut" terdengar di ibadah pemakaman Jessica Mananohas (10) di Dusun Kawiwi, Kampung Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (25/10/2018) siang.

Lagu yang dinyanyikan anak-anak Sekolah Minggu itu membuat ratusan pelayat tak kuasa membendung air mata. Laki laki perempuan, tua muda, meneteskan air mata.

Baca: Pemakaman Jessica Mananohas, Isak Tangis Pelayat saat Lagu

Baca: Olga Semet Menyesal Telah Emosi sehingga Tega Membakar Putrinya, Jessica Mananohas

Sepanjang lagu haru itu dinyanyikan, suasana duka mendalam sangat terasa. Suara isak tangis sesenggukan terus terdengar. Satu persatu dari mereka mengusap air mata yang terus membasahi pipi.

Ester, pelayat duka mengatakan dirinya tidak dapat menyembunyikan kesedihannya saat mendengar lagu itu.

"Betapa sedihnya mendengar lagu yang dibawakan anak-anak Sekolah Minggu. Sungguh menyayat hati, seorang ibu karena emosi tega membakar anaknya," imbuhnya

Baca: Tewas Diduga Dibakar Ibunya, Jessica Mananohas Justru Doakan Ibu Diampuni Tuhan

DI DOA IBUKU

Di waktuku masih kecil gembira dan senang
Tiada duka kukenal tak kunjung mengerang
Di sore hari nan sepi ibuku bertelut
Sujud berdoaku kudengar namaku disebut

Di doa ibuku namaku disebut
Di doa ibu kudengar ada namaku disebut

Seringlah ini kukenang di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris kusesat
Melintas gambar ibuku sewaktu bertelut
Kembali sayup kudengar namaku disebut

Sekarang dia tlah pergi ke rumah yang senang
Namun kasihnya padaku selalu kukenang
Kelak di sana kamipun bersama bertelut
Memuji Tuhan yang dengar namaku disebut

Baca: 8 Fakta di Balik Kematian Jessica Mananohas Dibakar Ibunya: Cerita Keluarga hingga Sesal Ayah-Ibu

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved