Pasal Pemberatan Ditambahkan ke Olga Semet, Tersangka Pembakar Anaknya, Jessica Manonahas

Tersangka OS alias Olga yang juga ibu kandung korban Jessica Mananohas ditambahkan pasal pemberatan

Pasal Pemberatan Ditambahkan ke Olga Semet, Tersangka Pembakar Anaknya, Jessica Manonahas
Istimewa
Tersangka OS alias Olga saat dimintai keterangan oleh Kanit PPA Polres Kepulauan Sangihe 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA -  Pasal pemberatan akan ditambahkan kepada Olga Semet, tersangka pembakar putrinya, Jessica Manonahas (10), karena pada akhirnya korban meninggal dunia.

Sebelumnya, Olga Semet dijerat pasal yang lebih ringan karena kondisi korban Jessica masih berstatus luka berat. Setelah korban meninggal, maka pasal yang dikenakan terhadap tersangka tentu lebih berat lagi.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Napitu, Rabu (24/10/2018). "Pasal 80 ayat (1), (3) dan (4) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak," terang Kapolres.

Sementara untuk ancaman pidana 13 tahun lebih. "Ancaman pidana 13 tahun lebih, apabila dilakukan orangtua. Ditambahkan pasal pemberatan," tambah Napitu.

Baca: Cerita Paman Jessica Mananohas tentang Jessica yang Cerdas dan Bantu Orangtua Jualan Pisang

Dalam UU 35/2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, pada Pasal 76C disebutkan bahwa Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta
melakukan Kekerasan terhadap Anak.

Mereka yang melanggar Pasal 76C itu, akan terkena sanksi sebagaimana disebutkan dalam Pasal 80, yakni:

(1) Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak
Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2) Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00
(seratus juta rupiah).

(3) Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana
penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga
miliar rupiah).

(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat
(3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.”

Halaman
12
Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved