Hujan Sudah Turun, Warga Sitaro Masih Sulit Dapatkan Air Bersih

"Darurat kekeringan masih diberlakukan di negeri 47 pulau," kata Plt Kanan BPBD Bob Wuaten.

Hujan Sudah Turun, Warga Sitaro Masih Sulit Dapatkan Air Bersih
TRIBUNMANADO/JHONLY KALETUANG
Warga saat mencuci piring dengan sisa air hujan yang ditampung, sudah berwarna agak keruh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro belum mencabut status darura kekeringan di daerah tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir ini hujan sudah turun di sejumlah wilayah, namun warga di beberapa tempat masih kesulitan mendapatkan air bersih.

"Darurat kekeringan masih diberlakukan di negeri 47 pulau," kata Plt Kanan BPBD Bob Wuaten, Senin (22/10/2018).

BPBD Sitari menetapkan status darurat kekeringan sejak 3 September 2018 lalu. Status tersebut akan berakhir pada 30 Oktober ini.

Namun, Bob menjelaskan, status tersebut berlaku di seluruh Kabupaten Kepulauan Sitaro.

"Dua bulan terakhir, khusus masyarakat di Kecamatan Sibarut, masih kesusahan mendapatkan air," dia menambahkan.

Bob melanjutkan meski sudah beberapa hari belakangan telah turun hujan khususnya di Kecamatan Sibarut belum bisa mencukupi keperluan masyarakat akan air.

Pihak BPBD membantu dengan mendistribusikan air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air.

Dia berharap hujan dapat kembali normal secara menyeluruh di Bumi Karangetang Mandolokang Kolo-kolo.

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved