Tajuk Tamu

Ke Mana Kita Harus Melangkah? Bagian I Equality and Human Rights & The Rule of Law

Indonesia sementara berdiri di persimpangan jalan yang namanya jalan demokrasi, tidak jelas arah mana yang tepat yang harus diambil.

Ke Mana Kita Harus Melangkah? Bagian I Equality and Human Rights & The Rule of Law
Istimewa
Ferlansius Pangalila 

Tajuk Tamu oleh:
Ferlansius Pangalila
Peneliti Sabda Palon Institute Jakarta

INDONESIA sementara berdiri di persimpangan jalan yang namanya jalan demokrasi, tidak jelas arah mana yang tepat yang harus diambil, semua kacau dan benar demokrasi pun mengalami disruptif.

Peta demokrasi yang menjadi patokan dan bahkan GPS yang bisa digunakan sebagai navigasi menuju apa yang dimaksud demokrasi sejati malah dikacaukan dengan keegoisan partai politik dalam perebutan kekuasaan dan diperparah dengan over acting berbagai lembaga penyelenggara perebutan kekuasaan itu.

Di atas jalan ini, demokrasi dipahami sebagai pesta rakyat yang dalam kenyataan sebagai ajang perpecahan dan pengelompokan rakyat berdasarkan pilihan politik yang seringkali manipulatif.

Partai politik melalui elit-elitnya mengaburkan makna demokrasi melalui mekanisme dan tatacara yang sifatnya remeh temeh dan jauh dari substansi demokrasi itu sendiri.

Jadi di persimpangan jalan ini, ke mana kita harus melangkah?

Peta demokrasi digambarkan dengan baik oleh para ahli bahwa di peta itu ada petunjuk-petunjuk yang menunjukan bahwa negara tertentu telah berjalan diatas jalan demokrasi yang benar atau tidak.

Petunjuk atau tanda tersebut merupakan prinsip-prinsip demokrasi yang harus ditempuh untuk disebut sebagai negara Demokrasi, tak terkecuali dengan Indonesia. Jika kita telah melihat tanda ini di negara kita, maka dengan bangga kita akan mengatakan bahwa negara kita adalah negara demokrasi.

Kesempatan kali ini akan disampaikan dua prinsip atau tanda yang mesti ada dalam negara demokrasi yakni: _“Equality and Human Rights” dan “The Rule of Law”

Prinsip pertama adalah _Equality and Human Rights,_ setiap orang tidak terkecuali memiliki nilai yang sama sebagai manusia dan sebagai warga negara, memiliki hak asasi manusia dan hak asasi warga negara yang harus dilindungi oleh negara.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved