Banyak Anak Gadis di Kamboja Dijual Keperawanannya untuk Membantu Ekonomi

Kamboja adalah negara berkembang di kawasan Asia Tenggara, tak banyak yang mengetahui tentang negara ini.

Banyak Anak Gadis di Kamboja Dijual Keperawanannya untuk Membantu Ekonomi

Kepercayaan lain mengungkapkan, berhubungan intim dengan perawan akan meningkatkan kekuatan laki-laki yang memegang kekuasaan di antara orang-orang kuat Asia, termasuk Mao dari dinasti Kim di Korea Utara.

Baca: Kaki Sering Bengkak, Bisa Jadi Peringatan Serangan Jantung, Ini Penjelasannya!

"Tidak seperti pedofil turis-seks yang mencari anak-anak di bawah 10 tahun, pria lokal tidak terlalu peduli tentang usia perawan hanya kecantikannya dan fakta bahwa dia masih perawan," kata Pung. 

Orang tua yang menjual keperawanan anak perempuan mereka hanya memiliki sedikit konsep untuk melindungi hak-hak anak. 

"Mereka menganggap anak-anak mereka sebagai milik mereka." Pung menambahkan.

Menurut keterangan Pung, ia memperkirakan setidaknya anak-anak berusia 13 hingga 18 tahun dijual setiap tahunnya.

Sedangkan pembelinya adalah orang-orang kaya dari Kamboja atau dari negara-negara lain seperti China, Singapura dan Thailand. 

Meski demikian, pada dasarnya anak-anak gadis di Kamboja juga seperti anak-anak lain pada umumnya.

Mereka menginginkan pendidikan yang layak, namun di sisi lain mereka juga 'harus membantu orang tuanya' untuk mengatasi kesengsaraan hidup.

Hal itulah yang membuat mereka harus berjibaku dengan prostitusi paruh waktu, seperti dikutip dari RT.com.

Mengutip dari RT, kisah mengenai perdagangan keperawanan dikamboja diceritakan oleh gadis bernama Sreymich Kheing.

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved