Terjadi Pencurian Uang Lewat Apple Id di China, Apple Minta Maaf pada Pengguna

Apple meminta maaf kepada penggunanya di China terkait phishing dan scam yang terjadi minggu lalu, yang mengakibatkan hilangnya dana.

Terjadi Pencurian Uang Lewat Apple Id di China, Apple Minta Maaf pada Pengguna

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apple meminta maaf kepada penggunanya di China terkait phishing dan scam yang terjadi minggu lalu, yang mengakibatkan hilangnya dana milik sejumlah pengguna Apple ID.

"Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan kami (di China) oleh penipuan phising ini." jelas Apple, sambil menambahkan bahwa kejadian tersebut hanya menimpa "sejumlah kecil" pengguna.

Apple tak menjelaskan berapa pemilik Apple ID yang terdampak maupun jumlah kerugiannya. Proses terjadinya pencurian lewat penipuan ini pun belum diuraikan secara detil.

Namun, Apple mengatakan bahwa para pemilik akun yang menjadi korban tidak menerapkan pengamanan dua langkah (two-factor authentication, 2FA). Walhasil, akun mereka bisa dibobol dengam mudah oleh hacker.

Para pelaku kemungkinan mendapatkan informasi login akun Apple ID korban dengan teknik phising, yakni mengirim e-mail atau pesan lain yang dibuat seolah-olah berasal dari Apple. Lewat pesan yang mengelabui korban inilah hacker meminta username dan password.

Kemudian, hacker pun bisa langsung login ke akun Apple ID milik korban dan menguras dana di dalamnya,  denga cara mengirim uang ke rekening luar lewat Alipay atau layanan WePay di WeChat

Kejadian macam ini sebenarnya dicegah dengan mudah andaikan pemilik akun Apple ID menerapkan penerapan dua langkah.

Dengan 2FA, orang yang berusaha login ke akun akan dimintai kode tambahan di luar password. Kode ini dikirim ke ponsel pemilik akun.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari 9to5Mac, Jumat (19/10/2018), untuk mencegah berulangnya kejadian serupa Apple pun mengimbau para pemilik Apple ID agar mengamankan akunnya dengan two-factor authentication.

Sebelumnya, kabar tentang masalah pencurian diterima Apple ketika dua raksasa e-commerce China, Alibaba dan Tencent, melaporkan ada transaksi mencurigakan lewat layanan uang elektronik mereka, Alipay dan WePay.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved