Proyeksi IHSG: Koreksi Wajar hingga Dampak The Fed Memburuk

Menjelang akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona merah. Kamis (18/10), IHSG menurun 0,4% ke 5.845,24.

Proyeksi IHSG: Koreksi Wajar hingga Dampak The Fed Memburuk
kompas.com
Uang dollar AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menjelang akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona merah. Kamis (18/10), IHSG menurun 0,4% ke 5.845,24. Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) Rp 7,8 miliar.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, koreksi IHSG masih sehat. "Kekhawatiran atas hawkish Fed dan dollar AS yang sempat menyentuh Rp 15.200 menjadi penyebab utama," ucap dia. William menambahkan, adanya gap pada level 5.800 menjadi alasan utama mengapa IHSG terkoreksi.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas mengatakan, pelemahan IHSG terdorong sektor infrastruktur dan pertambangan. Secara teknikal dia memaparkan, IHSG membentuk pola candlestick bearish harami secara teknikal dengan pulled back bearish trend dan MA50. Indikator stochastic mulai jenuh beli dengan penguatan yang terbatas.

Posisi IHSG pada upper bollinger bands berpeluang besar pulled back memberikan signal negatif jangka pendek. Lanjar memperkirakan, hari ini, IHSG akan bergerak melemah menguji MA20 dan MA5 pada rentang level 5.800-5.858.
Kalau menurut William, IHSG pada Jumat (19/10) akan menguat di 5.800-5.900 terdongkrak makin dekatnya kinerja emiten sektor keuangan.

Prediksi Rupiah
Berkat Fed Minutes

Hasil Fed Minutes membuat rupiah loyo. Kemarin, rupiah di pasar spot melemah 0,30% menjadi Rp 15.195 per dollar Amerika Serikat. Sejalan, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia pun terkikis 0,06% ke level Rp 15.187 per dollar AS..
Menurut Direktur Garuda Berjangka Ibrahim, rilis risalah pertemuan FOMC yang menyebut seluruh pejabat The Federal Reserve mendukung kenaikan suku bunga lanjutan di tahun ini membuat indeks dollar AS menguat.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri menambahkan, kini investor pun lebih lebih percaya diri untuk berinvestasi ke dollar AS dan menggangap the greenback sebagai safe haven currency. "Jadi permintaannya cenderung meningkat dan melemahkan mata uang lainnya," kata dia, Kamis (18/10)

Karena itu, Reny memperkirakan, rupiah masih lanjutkan pelemahan dengan rentang Rp 15.125-15.207 per dollar AS. Sedangkan Ibrahim, memproyeksikan, pergerakan mata uang Garuda menanti data tingkat pengangguran dan inflasi China. "Jika data tersebut positif, rupiah berpotensi menguat di kisaran RP 15.134-Rp 15.220 per dollar AS," pungkas dia.

MTLA Bidik Rp 700 Miliar di Proyek Riviera Tahap III

Kolaborasi PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) dengan pengembang asal Singapura, Keppel Land, sukses memasarkan perumahan premium bertajuk The Riviera @ Puri Tangerang.
Sejak dipasarkan akhir tahun lalu, kedua pengembang ini telah mengantongi penjualan sebesar Rp 987 miliar dari proyek tersebut. The Riviera merupakan kawasan rumah tapak yang dikembangkan di atas lahan seluas 12 hektare (ha) dengan estimasi investasi lebih dari Rp 1 triliun.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved