Kredit Modal Kerja Masih Bisa Ngegas

Penyaluran kredit modal kerja diprediksi paling melambat pada kuartal III 2018 ini. Tecermin dari hasil survei perbankan terbaru yang dirilis

Kredit Modal Kerja Masih Bisa Ngegas
tribunnews
kredit usaha rakyat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyaluran kredit modal kerja diprediksi paling melambat pada kuartal III 2018 ini. Tecermin dari hasil survei perbankan terbaru yang dirilis Bank Indonesia (BI), Selasa (16/10). Survei perbankan ini berdasarkan sampel 40 bank umum, dengan pangsa pasar kredit 80% dari total kredit.

Dalam survei tersebut, permintaan kredit modal kerja turun paling besar. Tercatat saldo bersih tertimbang dari 90,2% di kuartal II-2018 menjadi 69,8% di kuartal III-2018. Menyusul kredit investasi dari 73,8% di kuartal II-2018 menjadi 68,9% di kuartal III-2018. Terakhir kredit konsumsi dari 36,6% di kuartal II-2018 menjadi 26,8% di kuartal III-2018.

Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, catatan BI berdasarkan survei. Namun secara populasi bisa saja hasilnya tidak seperti itu. "Biasanya menjelang akhir tahun perusahaan dan perbankan berupaya memperbaiki performa dengan menarik kredit sudah disepakati," ujar Boedi kepada KONTAN, Rabu (17/10).

Hal itu diamini oleh bankir. Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA) mencatat, penyaluran kredit modal kerja sampai Agustus 2018 masih tumbuh 24% secara year on year (yoy) menjadi Rp 241 triliun. Kredit modal kerja menyumbang 48% dari total portofolio kredit BCA.

"Pertumbuhan kredit modal kerja tersebut didukung antara lain oleh sektor jasa keuangan, bahan bangunan dan besi konstruksi lain serta distribusi, peritel dan toserba," kata Jan, Rabu (17/10).
BCA juga optimistis total penyaluran kredit hingga akhir tahun akan tetap tumbuh berkisar 10%-12% secara yoy.

Bank Tabungan Negara (BTN) juga memproyeksi kredit modal kerja sampai akhir 2018 bisa mengalami kenaikan sekitar 16%-18% yoy. Mahelan Prabantarikso, Direktur BTN mengatakan, kebijakan pemerintah terkait kelonggaran loan to value (LTV) akan meningkatkan permintaan hunian. Per September 2018, kredit modal kerja BTN mencapai Rp 32,6 triliun, naik 16% yoy didukung pertumbuhan kredit konstruksi perumahan.

Laba Kuartal III Bank Mandiri Tumbuh 20%

Perbankan mulai merilis kinerja kuartal III-2018. Bank Mandiri menjadi bank BUMN pertama yang memaparkan kinerja. Per September 2018 Bank Mandiri berhasil mencatat laba bersih Rp 18,1 triliun atau tumbuh 20% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 15,1 triliun.

Pertumbuhan laba bersih didorong pendapatan bunga bersih yang naik 4,2% yoy menjadi Rp 40,4 triliun yoy. Selain itu juga didorong oleh pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang naik 11,4% yoy menjadi Rp 18,7 triliun.

Dari sisi intermediasi, sampai kuartal III-2018, Bank Mandiri berhasil mencatat realisasi pertumbuhan kredit sebesar 13,8% yoy menjadi Rp 781 triliun dari Rp 686,2 triliun.
Sulaiman Arif Arianto Wakil Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, kenaikan kredit ini didorong oleh segmen korporasi yang tumbuh 27,6% yoy menjadi Rp 301,4 triliun. Setelah itu kredit sektor mikro juga naik tinggi 27,1% menjadi Rp 97,5 triliun.

"Komposisi portofolio kredit produktif pada September 2018 mencapai sebesar 77,5% dari total kredit, dan hanya 22,5% yang bersifat konsumtif," kata Sulaiman dalam paparan kinerja, Rabu (17/10).
Meski begitu, margin bunga bersih atawa net interest margin (NIM) Bank Mandiri turun menjadi 5,76% sampai kuartal III-2018 dari periode sama 2017 yang berada di level 5,86%.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved