Eropa dan Asia Kerja Sama Hadapi Kebijakan Proteksionis AS

Dalam pertemuan tersebut, Singapura dan Vietnam akan menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa di sela-sela acara.

Eropa dan Asia Kerja Sama Hadapi Kebijakan Proteksionis AS
AFP / BEN STANSALL
Seorang pendukung Uni Eropa mengibarkan bendera Uni Eropa di depan gedung parlemen di London, 13 Juni 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemimpin negara-negara Eropa berusaha untuk membangun dukungan dari Asia pada Kamis (18/10/2018) dalam memperjuangkan perdagangan bebas dan melawan perubahan iklim serta kebijakan-kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump.

Sebanyak 28 negara  Uni Eropa bergabung dalam pertemuan di Brussel, Belgia serta turut bergabung pula 20 pimpinan negara-negara Asia termasuk Perdana Menteri China Li Keqiang, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Untuk membahas mengenai dampak dari kebijakan tarif dengan AS dan dukungan untuk sistem perdagangan global yang berbasis pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), para pimpinan negara ini akan menghabiskan waktu dua hari.

"Bagi mereka yang lebih suka perbaikan secara cepat tanpa aturan yang jelas, saya katakan itu tidak layak. Sebuah dunia tanpa aturan adalah definisi dunia kekacauan," kata Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk ketika membuka acara puncak.

Adapun Kepala Diplomatik Uni Eropa Federica Mogherini menegaskan, acara tersebut bukan pertemuan anti-Trump.

"Kami memiliki agenda, dan sangat jelas agenda tersebut mendukung multilateralisme, di mulai dari sistem PBB, aksi perubahan iklim, perdagangan secara bebas dan adil dan perjanjian internasional yang mendukung arsitektur global non-proliferasi," ujar dia.

Dalam pertemuan tersebut, Singapura dan Vietnam akan menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa di sela-sela acara.

Selain itu, par apemimpin tersebut juga akan membahas mengenai strategi baru Uni Eropa dan konektivitas Asia dengan tujuan meningkatkan hubungan transportasi, digital, dan energi antara kedua benua sembari mempromosikan standar lingkungan dan tenaga kerja.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved