Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal: Volume Transaksi Waran Merosot

Perdagangan waran terus menurun. Pada pekan kedua Oktober 2018, nilai transaksi waran hanya mencapai Rp 12 miliar dalam sepekan.

Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal: Volume Transaksi Waran Merosot
kontan
IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perdagangan waran terus menurun. Pada pekan kedua Oktober 2018, nilai transaksi waran hanya mencapai Rp 12 miliar dalam sepekan. Transaksi ini jauh di bawah nilai transaksi pada pekan pertama di bulan ini yang sebesar Rp 80 miliar.

Sampai saat ini jumlah waran yang terdaftar dan belum jatuh tempo exercise sebanyak saham 36 waran. Namun, dari jumlah tersebut, tidak semua waran aktif diperdagangkan. Selasa (16/10), hanya 18 waran atau hanya setengah dari total waran yang aktif diperdagangkan.

Bertoni Rio, Senior Analyst Anugerah Sekuritas Indonesia, menyatakan, perdagangan waran relatif sepi karena penurunan harga saham membuat para pelaku pasar memilih untuk membeli saham induk waran.

Selain itu, menurut Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset Narada Asset Management, semakin mendekati jatuh tempo, harga waran makin turun dan tidak lagi berharga. Karena alasan itu, banyak waran yang tidak aktif diperdagangkan.
Sejatinya, menangguk cuan dari transaksi waran cukup menarik. Waran bisa dimainkan dengan dua cara.

Baca: Saham-saham Group Lippo Berguguran karena Kasus Meikarta, Ini Kata Analis

Pertama, berharap dari naik turunnya harga waran. Kedua, selisih antara harga waran dan harga saham. Sebab biasanya harga exercise saham dari waran jauh lebih murah dari harga saham di pasaran. Karena itu, semakin lebar selisih waran dengan harga saham maka akan semakin menarik waran tersebut untuk dikoleksi.

Lihat fundamental

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan, pelaku pasar juga harus memperhatikan fundamental emiten. Sebab investasi waran layaknya berinvestasi di saham. "Waran ini memberikan hak kepada investor untuk membeli saham dan menambah kepemilikan saham," ujar dia.

Bila emiten memiliki kinerja yang bagus maka waran emiten tersebut juga akan menarik. Reza menyarankan untuk memantau waran yang dimiliki emiten manufaktur.

Sementara itu, Bertoni merekomendasikan waran yang harganya jauh dari induk. "Jika pergerakan saham induk lebih fluktuatif, waran cenderung mengikuti," ujar dia.

Karena itu, dia menyarankan melirik waran PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Bukit Sentul Tbk (BKSL).

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved