Persidangan Kasus Bakamla: Istana Tegaskan Ada Pihak yang Mencatut Nama Jokowi

Nama keluarga presiden Joko Widodo disebut-sebut di dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Badan Keamanan Laut

Persidangan Kasus Bakamla: Istana Tegaskan Ada Pihak yang Mencatut Nama Jokowi
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki saat diwawancarai usai jumoa pers Karnaval Kemerdekaan di Hotel Best Western, Jumat (25/8/2017) petang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nama keluarga presiden Joko Widodo disebut-sebut di dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang digelar di pengadilan tipikor, Jakarta.

Adalah mantan anggota Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi yang mengaku pernah dikenalkan kepada keluarga Presiden Joko Widodo.

Fayakhun mengaku dikenalkan oleh staf Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Ali Fahmi alias Ali Habsyi, pada tahun 2016. "Dia bilang, kita mendapatkan dukungan dari kekuasaan. Lalu dikenalkan tiga orang dari keluarga Solo.

Yang satu agak tua, itu dikenalkan sebagai Om-nya Pak Jokowi, kemudian yang kedua adiknya Pak Jokowi, yang satu lagi iparnya Pak Jokowi," ujar Fayakhun.

Baca: Dukung KPK Berantas Korupsi di Sektor Wisata, Pemprov Sulut Bentuk Komite Advokasi

Menurut Fayakhun, pada 2016, Ali Habsyi mengajaknya bertemu di Hotel Grand Mahakam, Jakarta. Habsyi meminta kehadiran Fayakhun, karena pertemuan itu dianggap cukup penting.

Dalam pertemuan itu, Habsyi meminta Fayakhun mendukung pengadaan barang di Bakamla. Fayakhun selaku anggota DPR diminta membantu anggaran pengadaan Bakamla. Saat itu, menurut Fayakhun, Habsyi mengklaim bahwa proyek pengadaan di

Bakamla didukung oleh pihak penguasa atau pemerintah.
"Dia bilang, 'Kamu jangan ragu-ragu, ini sudah jadi perhatian kita semua'," kata Fayakhun.

Sayangnya Fayakhun mengaku tidak ingat nama ketiga orang yang disebut Ali Fahmi sebagai keluarga Jokowi tersebut. Menurut Fayakhun, dalam kesempatan itu Ali Fahmi terus memintanya agar bersedia membantu proyek di Bakamla.

"Lalu Fahmi bilang dia sudah komunikasi dengan Pak Setya Novanto. Dia minta tolong supaya dibantu. Nanti nama kamu akan bagus di karir politik partai dan DPR," kata Fayakhun menirukan perkataan Ali Fahmi.
Dalam kasus ini, Fayakhun Andriadi didakwa menerima suap 911.480 dollar Amerika Serikat. Uang tersebut diduga diberikan oleh Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah.

Rian Pratama Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK
Rian Pratama Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK (Tribunnews.com/Ilham)

Fahmi merupakan pengusaha yang akan mengerjakan proyek pengadaan satelit monitoring dan drone di Bakamla.
Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan agar Fayakhun selaku anggota Komisi I DPR mengupayakan alokasi atau ploting penambahan anggaran pada Bakamla.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved