Dongkrak Bisnis, Bank Gencar Berpromosi Kartu Kredit

Bisnis kartu kredit masih lesu. Hal ini terlihat berdasarkan data terbaru Bank Indonesia (BI). Volume transaksi kartu kredit

Dongkrak Bisnis, Bank Gencar Berpromosi Kartu Kredit
Warta Kota/Adhy Kelana
kartu kredit titanium 

Ini tecermin dari saldo bersih tertimbang permintaan kredit baru kuartal III-2018 yang turun menjadi 21,2%, dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 90,3%.

Survei perbankan ini didapat dari sampel 40 bank umum dengan pangsa pasar kredit 80% dari total kredit. Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI mengatakan dalam survei, perlambatan pertumbuhan kredit baru bersumber dari semua jenis penggunaan kredit, baik modal kerja, investasi, maupun konsumsi.

Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik atau undisbursed loan juga tercatat meningkat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, undisbursed loan per Juli 2018 naik 6,4% year on year (yoy) menjadi Rp 1.469,75 triliun.

Penempatan dana bank di SBSN dan SUN sejak Juli 2018 juga dalam tren kenaikan sejak awal tahun.
Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada menjelaskan, penempatan dana bank di surat berharga meningkat selain karena undisbursement loan yang meningkat juga bisa karena keperluan rasio reverse dan secondary reserve.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP menambahkan, secara umum diperkirakan pertumbuhan kredit memang masih akan melambat.

Penyebab nya masih banyak tantangan termasuk pertumbuhan ekonomi yang belum secepat harapan. "Juga adanya perang dagang," ujar Parwati, Selasa (16/10).

Bank Bukopin yang baru saja memaparkan kinerja kuartal III-2018 kemarin (16/10) mencatatkan penurunan penyaluran kredit secara tahunan sebesar 5,66% menjadi Rp 66,97 triliun. Direktur Keuangan Bukopin Rachmat Kaimuddin mengatakan, perlambatan kredit ini merupakan imbas upaya perbaikan kualitas kredit sepanjang tahun 2018.

"Memang kami arahkan penyaluran kredit ke segmen yang lebih minim risiko alias aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) rendah," ujarnya.

Produk Non-Bank Semakin Eksis, Bank-Bank Akan Optimalkan Belanja TI

Jika kita perhatikan, jaringan industri non bank semakin eksis. Lirik saja Go-Pay, Ovo dan T-Cash yang semakin melebarkan sayap dengan menjangkau banyak merchant. Mulai dari ritel, makanan hingga pom bensin.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved