Siswi SMK yang Dirudapaksa 7 ABG di Boltim Harus Berhenti Sekolah karena Trauma dan Malu

SM (15) gadis yang dirudapaksa tujuh ABG di Kecamatan Nuangan, pada Minggu (14/10/2018) harus berhenti sekolah.

Siswi SMK yang Dirudapaksa 7 ABG di Boltim Harus Berhenti Sekolah karena Trauma dan Malu
YOUTUBE
ilustrasi rudapaksa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - SM (15) gadis yang dirudapaksa tujuh ABG di Kecamatan Nuangan, pada Minggu (14/10/2018) harus berhenti sekolah.

Menurut Awie ibu korban, SM sementara harus berhenti sekolah, karena masih trauma dan malu.

"SM sekarang masih duduk dibangku kelas 1 S

Baca: Diajak Miras, Gadis Cantik Boltim Ini Dirudapaksa Tujuh Siswa Dibawah Umur

MK," ujar Awie, Selasa (16/10/2018).

Kata dia, sekarang SM, harus menjalani perawatan, karena dari kejadian tersebut SM mengalami luka di bagian belakang.

Amatan tribunmanado.co.id, di rumahnya, hingga kini SM masih terbaring di tempat tidur.

Dia ditemani oleh pacarnya serta teman sebayanya.

Baca: Rumah Tersangka Korban Rudapaksa di Boltim Ramai Didatangi Warga untuk Memberikan Dukungan

Senyuman kecil mulai nampak di wajahnya, saat pacarnya menyuapi makanan, namun senyuman itu tak lama.

Gadis kecil ini masih tak ingin bicara, hanya dengan bahasa tubuh.

Jika meminta sesuatu.

Baca: Terkait Dugaan Rudapaksa Gadis di Boltim, Ayah Kandung Korban Minta Kasus Ditangani Polres Bolmong

Kepala Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Richlany Mamonto mengatakan, SM akan didampigi psikolog, agar traumanya tidak berkepanjangan.

Selain itu akan tetap mengawal kasus ini hingga sampai pada keputusan dari pengadilan.

"Dinas siap memberikan bantuan hukum maupun psikolog. Sekarang SM (15) masih dalam perawatan medis," ujar Richlany Mamonto.

Ia menambahkan, selain korban, tersangka juga akan mendapat bantuan hukum, karena masih di bawah umur. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved