Benteng Moraya - Tempat Selfie Asik di Situs Sejarah

Benteng Moraya menjadi wisata andalan di Kabupaten Minahasa, tempat ini makin banyak menarik pengunjung dengan berbagai spot foto menarik

Benteng Moraya - Tempat Selfie Asik di Situs Sejarah
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Benteng Moraya menjadi wisata andalan di Kabupaten Minahasa 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Benteng Moraya menjadi wisata andalan di Kabupaten Minahasa. Sejak benteng yang berlokasi di Kota Tondano ini dipugar, tempat ini makin banyak menarik pengunjung. Saksi bisu Perang Tondano ini telah menyediakan berbagai fasilitas untuk wisatawan.

Spot foto di Benteng Moraya makin menunjang wisatawan untuk memiliki foto yang instagramable. Memasuki kawasan benteng, ada huruf raksasa yang bertuliskan Benteng Moraya. Setelah itu wisatawan ada disambut dengan tiang-tiang berelief yang berisi tentang cerita sejarah dan budaya Minahasa.

Spot foto di Benteng Moraya makin menunjang wisatawan untuk memiliki foto yang instagramable
Spot foto di Benteng Moraya makin menunjang wisatawan untuk memiliki foto yang instagramable (TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN)

Benteng Moraya yang berdiri kokoh pun sudah terlihat jelas. Ada lapangan luas yang bersusunkan paving block menuju ke benteng. Ada tangga tangga dalam benteng ini yang memungkinkan pengunjung untuk naik hingga ke puncak. Dari atas benteng akan terlihat pemandangan Kota Tondano yang dikelilingi pegunungan.

Ada wahana lain dari Bentang Moraya yang tak talah menariknya. Di belakang benteng ada teater amfibi, yang dinding belakangnya bertuliskan fam-fam orang Minahasa. Jika Anda orang Minahasa, bisa mengeceknya di sini. Ada ribuan fam yang tersusun sesuai abjad. Pengunjung bisa bersantai di dalam teater atau sekadar berfoto-foto.

Jika lapar atau haus, ada kios-kios rumah makan yang telah dibangun di tempat ini. Pengunjung bisa menikmati makanan khas Minahasa. Atau berbagai menu ikan dari danau Tondano yang tak jauh dari benteng ini. Seperti mujair, payangka, nike dan beberapa menu lainnya.

Karena benteng ini telah ramai oleh pengunjung, tukang foto langsung jadi pun memanfaatkan peluang ini. Mereka menyebar di kawasan benteng. Ada yang membawa burung hantu dan memakai kostum kabasaran. Di pinggir jalan banyak jajanan yang tersedia.

Benteng Moraya ini adalah situ sejarah yang menyimpan cerita besar bagi orang Tondano. Sejarawan Sulawesi Utara Fendy Parengkuan mengatakan sejarah Perang Tondano berpusat di desa purba Minawanua, yang ditandai dengan bangunan berupa benteng yang diberi nama Moraya.

Benteng Moraya ini adalah situ sejarah yang menyimpan cerita besar bagi orang Tondano
Benteng Moraya ini adalah situ sejarah yang menyimpan cerita besar bagi orang Tondano (TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN)

Berlokasi di pinggir Danau Tondano, tak jauh dari patung Korengkeng di Kelurahan Roong, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Awal Agustus 1809 pertahanan utama orang Tondano berhasil dikepung dari arah daratan maupun dari arah danau.

Pusat kekuatan Tondano di tempat yang kemudian dinamakan Minawanua menjadi ajang pertempuran sengit beberapa hari lamanya. Pada siang tanggal 4 Agustus 1809 pertahanan itu bobol dan pertempuran belangsung dari rumah ke rumah. Dini hari tanggal 5 Agustus 1809 pertahanan dan perkampungan Tondano dibumihanguskan musuh. Semua penghuninya mulai dari anggota pasukan perlawanan Tondano hingga orang-orang tua perempuan dan anak-anak tidak ada yang tersisa. Semuanya tewas terbunuh, Minawanua menjadi lautan darah.

Sumber sengketa waktu itu muncul ketika Belanda membutuhkan bantuan tenaga pemuda Minahasa untuk dikirim melawan Inggris yang sudah mengancam pulau Jawa. Namun orang Minahasa berpendapat bahwa para pemuda itu lebih dibutuhkan untuk mempertahankan Minahasa dari pada dikirim ke tempat lain.

Belanda memaksa sambil memberikan iming-iming dan hadiah kepada para pemimpin Minahasa yang mau membantu mereka. Ternyata permintaan tenaga bantuan pemuda dan iming-iming hadiah ditolak oleh seluruh rakyat Minahasa dalam pertemuan atau musyawarah Minahasa di Tondano.

Belanda menuduh tokoh-tokoh Tondano menggagalkan politik mereka sehingga menyampaikan ancaman akan menyerang Tondano dengan kekuatan militer. Ancaman tersebut disambut dengan persiapan perang di pusat perlawanan Tondano. Itulah sebabnya peperangan itu terkenal dengan sebutan Perang Tondano. 

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help