Resmi Diluncurkan, Invisee Targetkan Raih 20.000 Pengguna

Industri reksadana semakin ramai dengan kedatangan supermarket reksadana daring baru, yakni Invisee. PT Nusantara Sejahtera

Resmi Diluncurkan, Invisee Targetkan Raih 20.000 Pengguna
MERDEKA/DWI NARWOKO
Reksadana BNI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Industri reksadana semakin ramai dengan kedatangan supermarket reksadana daring baru, yakni Invisee. PT Nusantara Sejahtera Investama, pengelola Invisee, cukup optimistis dengan kinerja Invisee di tahun ini. Perusahaan ini menargetkan bisa menjaring 20.000 pengguna dalam tiga bulan terakhir 2018.

Direktur Utama Nusantara Sejahtera Investama Eri Primaria mengatakan, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil dicapai. Apalagi, saat ini aplikasi Invisee diklaim telah memiliki sekitar 15.000 pengguna.

Dari jumlah tersebut, 70% di antaranya merupakan generasi milenial. "Pasar milenial sangat besar potensinya dan untuk masuk ke situ perlu strategi pemasaran yang tepat," kata Eri kepada KONTAN, Rabu (10/10).

Dia melanjutkan, pihaknya berupaya menyediakan sejumlah produk reksadana yang bisa dimiliki investor dengan harga terjangkau. Investor pun sudah bisa membeli reksadana yang dijual di Invisee dengan biaya minimal Rp 10.000.

Adapun jenis reksadana yang bisa dimiliki investor cukup beragam. Mulai dari reksadana saham, pendapatan tetap, campuran, pasar uang, hingga terproteksi.

Saat ini sudah ada lima manajer investasi yang sudah menjadi mitra bagi Invisee. Di antaranya adalah Mandiri Manajemen Investasi serta Danareksa Investment Management.

Eri menambahkan, perusahaan ini masih ingin menggaet tiga manajer investasi lagi sampai akhir tahun ini untuk menjadi mitra. "Sasaran kami MI yang sudah jadi pemain besar di industri reksadana dan produknya telah teruji kinerjanya dalam menghadapi berbagai krisis," papar dia.

Sebagai informasi, walau peluncurannya baru dilakukan kemarin, Invisee sudah dikembangkan sejak September 2015, seiring berdirinya Nusantara Sejahtera Investama. Pada November 2016, perusahaan ini memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai agen penjual efek reksadana.

IHSG
IHSG (kontan)

IHSG Sudah Murah Tapi Masih Berisiko
 

Sepanjang tahun ini hingga Rabu (10/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 8,42%. Meski turun, valuasi pasar saham domestik relatif masih mahal dibandingkan sejumlah bursa lain di Asia. Dana investor asing cenderung keluar dari pasar domestik.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved