Sulut Habiskan Subsidi BBM Rp 370 M, Pertamina: Lapor jika SPBU Kosong

Kenaikan harga minyak dunia hingga 71,91 dolar Amerika Serikat per barel berdampak ke Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi

Sulut Habiskan Subsidi BBM Rp 370 M, Pertamina: Lapor jika SPBU Kosong
TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
Petugas SPBU melayani sejumlah kendaraan yang mengisi BBM Jenis Pertalite di SPBU Dendengan Dalam, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/10/2018). Beberapa jenis BBM belum tersedia di sejumlah SPBU. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kenaikan harga minyak dunia hingga 71,91 dolar Amerika Serikat per barel berdampak ke Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti bensin premium.

Mengacuh pada hitungan kurs dolar Rp 15.234, besaran subsidi BBM jenis premium di Sulawesi Utara mencapai Rp 1 miliar per hari atau Rp 370,8 miliar per tahun dengan esmitasi komsumsi 171.512 kiloliter (KL) pada 2017 (lihat grafis).

Stom BBM terutama premium pasca kenaikan harga pertamax series tak berpengaruh di daerah ini. Kalaupun ada satu dua Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kosong, hanya akibat sedikit keterlambatan pengiriman.

Seperti yang terlihat di SPBU Jalan Politeknik, Kelurahan Kayuwatu, Kecamatan Mapanget, Manado, Kamis (11/10/2018) pukul 14.45 Wita. SPBU terlihat sepi, hanya beberapa petugas berseragam merah berjaga di setiap dispenser pengisian premium, pertalite hingga pertamax.

Beberapa pengendara sepeda motor tak jadi mengisi bensin begitu mendengar penjelasan petugas kalau SPBU lagi kosong. “Bensin habis pak. Pertalite juga,” kata seorang petugas kepada tribunmanado.co.id.

Sales Executive Retail Wilayah Sulawesi Utara atau Humas PT Pertamina (Persero) Manado, Muhammad Faruq mengaku, sudah cek kekosong stok BBM. Ia mencontohkan SPBU Jalan Politeknik. "Barusan saya cek. Posisi stok (SPBU) Politeknik (untuk) premium 8 KL, pertalite 13 KL, Solar 4 KL, Dexlite 8 KL dan Pertamax 9 KL," katanya saat dihubungi pukul 19.13.

Kata Faruq, yang naik harga hanya pertamax, pertamax turbo dan dexlite. Premium dan pertalite tidak naik harga.
"Dari situ kita lihat pangsa pasar mulai 2017. Untuk gasoline (premium, pertalite dan pertamax), penyaluran premium di SPBU khususnya Manado 40 persen, pertalite 58 persen dan pertamax 2 persen," katanya.

Ia menjelaskan, pertalite dan premium tak ada kenaikan, tidak ada perubahan pada mayoritas konsumsi. Jadi tidak banyak berpengaruh pada konsumen. Jika ada penimbunan, katanya, akan langsung terpantau di sistem. Semua bisa diketahui. "Kita tahu. Dan saat ini tidak ada penimbunan," ujarnya.

Ia mengatakan, barang siapa yang melanggar aturan akan diberikan sanksi tegas, apalagi penimbunan. Juga pembelian melalui jeriken. "Sembilan SPBU beberapa waktu sebelumnya kena sanksi karena pembelian lewat diriken, misalnya di Bolaang Mongondow Timur. Yang bisa membeli diriken kecuali izin khusus seperti nelayan atau petani," katanya.

Ia mengatakan, untuk penyaluran gas oil juga memiliki presentase. Solar sebanyak 95 persen sementara dexlite sebanyak 5 persen.

Infografis subsidi BBM Premium
Infografis subsidi BBM Premium (tribun manado/hans Widjaya)
Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved