Strategi Ekstrim Chelsea untuk Memerangi Suporter Rasis

Salah satu raksasa Liga Inggris, Chelsea, menemukan cara tegas memerangi suporter bandel yang kerap bertindak rasis

Strategi Ekstrim Chelsea untuk Memerangi Suporter Rasis
net

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu raksasa Liga Inggris, Chelsea, menemukan cara tegas memerangi suporter bandel yang kerap bertindak rasis.

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, telah memelopori diterapkannya aturan baru kepada suporter yang terbukti belaku rasis.

Baca: Ingin Ballon DOr, Hazard Beri Sinyal Hengkang ke Madrid

Umumnya, hukuman untuk suporter hanya sebatas larangan menonton pertandingan secara langsung di stadion.

Namun hal tersebut rupanya dinilai kurang efektif dan tidak berlaku bagi Chelsea.

Roman Abramovich selaku pemilik The Blues berinisiatif memerangi aksi rasisme dengan mengirim fan bandel ke Kamp Konsentrasi Auschwitz (Kamp Nazi).

Baca: (VIDEO) Momen Mengharukan, Timor Leste Raih Medali Emas Pertama di Asian Para Games

Sebagai informasi BolaSporter, Kamp Konsentrasi Auschwitz merupakan saksi kekejaman tentara Nazi ketika melakukan kejahatan genosida terhadap orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II berlangsung.

Direktur Chelsea, Bruce Buck, mengatakan bahwa Kamp Konsentrasi Auschwitz akan menjadi tempat edukasi bagi suporter Chelsea yang rasis agar tindakannya bisa berubah

"Jika kami hanya menskors mereka, maka mereka tidak akan berubah," ujar Bruce Buck (Direktur Chelsea) dikutip BolaSport.com dari The Sun.

Baca: 16 Trivia Unik Tentang Dota 2

"Kebijakan ini memberi mereka kesempatan untuk menyadari apa yang telah mereka lakukan agar mereka berperilaku lebih baik," tuturnya menambahkan.

"Tiga tahun terakhir, kami selalu melarang mereka yang bertindak rasialis untuk ke stadion. Kini, kami memberikan opsi lain. Kami bisa melarang mereka, atau mereka boleh bergabung dengan kelas keberagaman yang telah kami buat agar mereka sadar,” kata Buck.

Baca: Aroma Karut-marut Sepakbola Indonesia Berembus Sampai Italia

Kebijakan tim asuhan Maurizio Sarri ini diterapkan setelah adanya stereotipe buruk terhadap etnis Yahudi yang ditunjukkan suporter Chelsea.

Kala itu, beberapa suporter Chelsea menyanyikan chant dukungan untuk Alvaro Morata pada laga melawan Tottenham Hotspur.

Mereka mengganti lirik chant dengan kata-kata yang menunjukkan adanya stereotipe terhadap etnis Yahudi atau antisemitisme.

Editor: Alex Bryan Tarore
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help