Perlakuan Khusus Terhadap Nasabah dan Industri Keuangan

Penilaian Kualitas Kredit Plafon maksimal Rp 5 miliar dan bagi bank perkreditan rakyat (BPR) ber dasarkan ketepatan membayar pokok dan bunga.

Perlakuan Khusus Terhadap Nasabah dan Industri Keuangan
KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR
Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengangkuti barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah-rumah mereka yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penilaian Kualitas Kredit Plafon maksimal Rp 5 miliar dan bagi bank perkreditan rakyat (BPR) ber dasarkan ketepatan membayar pokok dan bunga. Kemudian plafon di atas Rp 5 miliar ketentuan PBI No. 14/15/PBI/2012.

Kualitas Kredit yang Direstrukturisasi
Bank Umum dan BPR ditetapkan lancar sejak restrukturisasi sampai jangka waktu keputusan Dewan Komisioner. Restrukturisasi dilakukan sebelum dan sesudah bencana.

Pemberian Kredit Baru
Bank dapat memberikan kredit baru bagi debitur terkena dampak bencana alam. Penetapan kualitas kredit dilakukan secara terpisah dengan sebelumnya.

Permbelakuan di Baank Syarian dan Industri Keuangan Non Bank
Pemberlakuan khusus penyediaan dana berdasarkan prinsip syariah. Perusahaan pembiayaan memberikan relaksasi melalui reskeduling pembayaran angsuran, penyesuaian biaya administratif dan penyesuaian denda keterlambatan pembayaran.

Perusahaan pembiayaan melaporkan secara berkala restrukturisasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terkait perusahaan asuransi, OJK akan mendata para pemegang polis.

Sumber:OJK

Klaim Terdata Rp 590 Juta

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) hingga kini masih terus mengumpulkan data pembayaran klaim terkait dengan bencana Sulawesi Tengah. AAJI mendata dari perusahaan asuransi jiwa.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, Berdasarkan hasil pengumpulan data yang ada, terdapat pembayaran klaim terkait dengan bencana tersebut sebesar Rp 590,69 juta. Sebagai perbandingan, klaim yang telah dibayarkan pada kasus bencana di Lombok nilainya sebesar Rp 104,44 juta.

Dia menambahkan, jumlah klaim yang masih dalam proses adalah sebesar Rp 41 juta. "Adapun potensi dengan nilai uang pertanggungan sekitar Rp 2,03 triliun dan sekitar US$ 52.500," terangnya, kemarin.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help