Peran JNE Topang UKM di Manado

Modal Awal Rp 350 Ribu dan Ikan Pinjaman, Kini Kartini Miliki Omzet Puluhan Juta

Ada supermarket yang sudah enam kali menolak produknya, dan baru pada penawaran ketujuh mau menerima.

Modal Awal Rp 350 Ribu dan Ikan Pinjaman, Kini Kartini Miliki Omzet Puluhan Juta
tribunmanado
Kartini dan Produk-produk berbahan ikan laut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebuah mobil jasa pengiriman barang memasuki halaman depan rumah besar di Jalan Bailang, Kecamatan Tuminting, Manado. Rumah itu milik Kartini, seorang pengusaha makanan berbahan baku ikan laut.

Mobil berhenti, seorang pegawai JNE turun. Dengan sigap langsung mengangkat dos-dos berisi abon ikan cakalang, sambal roa dan berbagai dos makanan lain ke dalam mobil. Tak memakan waktu lama, seluruh barang termuat lalu mobil meluncur pergi.

Kala itu Kartini sedang tidak berada di rumah, ia tengah mengikuti pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) di luar Kota Manado.

“Enaknya pakai JNE, mereka mau datang menjemput barang-barang yang akan kita kirim, tidak dikenakan biaya tambahan lagi. Saya cukup menelepon mereka langsung datang, walaupun kemarin saya berada di luar kota, pengiriman barang tetap jalan karena JNE datang jemput ke rumah,“ ujar Kartini, ditemui tribunmanado.co.id di kediamannya, Senin (8/10/2019) .

Kartini mengemas Abon Ikan Cakalang
Kartini mengemas Abon Ikan Cakalang (tribunmanado)

Wanita bernama lengkap Kartini Anggraeny Igirisa menjadi pengusaha yang sukses. Produknya sudah tersebar hingga ke luar Sulawesi Utara. Saat ini hampir sedikit waktu senggang yang ia punya, karena sibuk melayani pesanan demi pesanan setiap hari.

Kesibukan lainnya adalah, ia kerap diundang ke luar kota untuk mengikuti berbagai pameran UKM dan memberikan pelatihan di beberapa daerah di Indonesia.

“Bulan ini saya harus pergi ke beberapa daerah di Indonesia, ke Batam, Jakarta, Sumatera, dan Kalimantan. Saya diundang untuk ikut seminar sekaligus diminta memberikan pelatihan,” ujarnya.

Mungkin tak banyak yang mengetahui bahwa kesuksesan Kartini bukan sesuatu yang tiba-tiba jatuh dari langit. Wanita ini harus mengalami proses, yang untuk sebagian orang mungkin berat dan akan membuat putus asa.

Kartini bahkan memulai usahanya saat ia tengah dilanda dengan berbagai persoalan yang cukup berat.

“Awal tahun 2010 saya akhirnya berpisah dengan suami saya. Saya menjadi single parent, harus membesarkan sendiri anak saya. Dengan berat hati saya kembali ke rumah orangtua saya,” ujar Kartini.

Halaman
1234
Penulis: Charles Komaling
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help