Korban Minyak Panas Maafkan Istri Jelang Ajal: Keduanya Sering Tampil Mesra

Cemburu buta berujung petaka! Begitulah kisah Steven Larumpaa (36) dan Femmy Polii (28), warga Lingkungan II, Kelurahan Tumumpa Satu,

Korban Minyak Panas Maafkan Istri Jelang Ajal: Keduanya Sering Tampil Mesra
Setelah dirawat selama 12 hari di rumah sakit Prof Kandou Malalayang, nyawa Steven Larumpaa (38) sudah tidak bisa tertolong lagi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Cemburu buta berujung petaka! Begitulah kisah Steven Larumpaa (36) dan Femmy Polii (28), warga Lingkungan II, Kelurahan Tumumpa Satu, Manado.

Bahkan, maut harus memisahkan pasangan suami istri ini usai peristiwa penyiraman minyak goreng panas ke tubuh Steven oleh sang istri.

Meski sedang menghadapi maut akibat ulah Femmy, almarhum Steven sempat menitipkan pesan agar ibu dari ketiga anaknya itu jangan diproses hukum.

"Tolong jangan hukum dia," kata saksi mata Ramlan Pakaya menirukan ucapan korban, kepada tribunmanado.co.id yang mengunjungi rumah kos korban, Kamis (11/10/2018).

Ramlan menceritakan, saat kejadian itu, korban sedang jongkok di depan pintu kos. Ia menjerit kesakitan. Wajahnya seperti ikan yang digoreng. Sementara di luar, Femmy menjerit histeris. "Tangkap saja saya," ujar Ramlan menirukan ucapan Femmy.

Saksi menururkan, di atas sepeda motor dalam perjalanan ke rumah sakit, korban kembali mengucapkan kalimat pengampunan untuk istri. Saat mau meninggal pun, ungkap dia, korban mengampuni istrinya. "Pesan akhirnya jangan proses istri saya," kata dia.

Namun, ucap Ramlan, ibu korban tetap berkeras memproses Femmy. "Saya ketemu ibunya, ia katakan sakit hati," kata dia. Beber dia, korban dan pelaku selama ini akur. Mereka sering pamer kemesraan.

"Misalnya saja, pelaku memakaikan kaus kaki atau menggunting kuku suaminya," kata dia yang menjabat penanggung jawab rumah kos korban dan pelaku.

Mengenai korban, sebut dia, sangat baik dan suka membantu tetangga. Sementara pelaku dikenal pendiam.
"Baru saja korban rayakan ulang tahun. Ia minta izin ke saya untuk gelar acara," katanya. Akhir-akhir ini, kata dia, pelakunya mengeluh kelakuan suami yang sering pulang subuh.

Kepada sejumlah tetangga ia sempat menunjukkan sebuah nomor (ponsel) yang diduga orang ketiga dalam rumah tangga mereka.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help